Bupati Angkat Bicara Soal “Lapangan” Depan Rumah Dinasnya

 

TANJUNG REDEB – Berbeda dengan taman pada umumnya di rumah kediaman kepala daerah, taman depan rumah dinas Bupati Berau justru seperti lapangan sepak bola. Kosong, tanpa ada tanaman hiasnya. Rumah dinas yang berlokasi di Jalan Cendana ini, perlu disulap menjadi areal taman yang layak. Hal itu disebutkan Muharam saat disinggung beraunews.com soal “lapangan” depan rumah dinasnya.

“Rumah jabatan itu merupakan wajahnya kabupaten kita. Kita sendiri juga malu jika ada tamu dari luar daerah yang datang melihat kondisi rumah jabatan kita seperti ini,” tutur Bupati beberapa hari lalu.

Informasi yang diperolehnya, memang taman disini dahulunya pernah dijadikan tempat acara hajatan oleh kepala daerah periode sebelumnya sehingga berubah seperti yang terlihat sekarang ini. Kedepanya, akan diprogramkan dalam APBD perubahan 2016 untuk membangun taman baru.

“Sepengetahuan saya, kondisi taman halaman di rumah jabatan ini terjadi karena dahulunya pernah dijadikan tempat untuk acara hajatan oleh kepala daerah yang sebelumnya. Untuk itu kedepanya akan kami program kembali di anggaran perubahan untuk membangun taman baru dengan menggunakan ABT tahun 2016,” tambah Bupati.

Diungkapkannya, jika taman halaman rumah dinas kepala daerah ini tidak dibenahi lantaran ada rencana dari Bupati periode sebelumnya untuk merehap total rumah dinas kepala daerah dan rencana itu dilakukan satu paket dengan tamannya.

“Kenapa halaman taman ini dibiarkan begitu saja karena ada rencana dari kepala daerah sebelumnya untuk merenovasi secara total bangunan rumah dinas ini dengan asumsi posisi bangunannya lebih rendah, sehingga dalam pembangunan nanti, posisi bangunan rumah dinaikkan lagi. Ketika posisinya dinaikkan otomatis taman akan ikut mengalami perubahan, maka alasan itulah mengapa sampai sekarang tidak dibenahi lantaran menunggu perubahan total,” ungkap Bupati.

Meski demikian, kebijakan dirinya selaku Bupati peride saat ini menganggap jika rumah jabatan yang ditempati masih layak untuk dihuni. Oleh sebab itu, dirinya masih memprioritaskan untuk mengalihkan rencana anggaran rehab total rumah dinas kepala daerah untuk keperluan masyarakat yang lebih mendesak.

“Saya menganggap jika rumah jabatan saat ini masih begitu layak untuk ditempati, mungkin bisa untuk dua periode lagi, selagi itu tidak bocor dan ruangannya pun masih cukup representatif. Saya dapat info jika ada rencana anggaran untuk renovasi total rumah jabatan bupati ini mencapai Rp40 miliar. Karena rumah ini masih layak, maka saya alihkan rencana dana tersebut untuk kepentingan masyarakat yang jauh lebih mendesak,” tutupnya.(ea)