Talisayan Sering Byar Pet, Wabup Panggil PLN dan TBP

TANJUNG REDEB – Sejak pertengahan tahun 2015 hingga saat ini, masyarakat Kecamatan Talisayan kerap mengalami pemadam listrik. Tak kuat lagi menanggung keadaan tersebut, Aparatur Pemerintahan Kampung dan masyarakat akhirnya melaporkan hal tersebut kepada Wakil Bupati (Wabup) Berau, Agus Tantomo.

Menanggapi persoalan ini, Wabup segera menggelar rapat dan menghadirkan pihak terkait, seperti Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben), PT PLN Area Berau dan PT Tanjung Buyu Perkasa (TBP). Rapat yang digelar di ruang Kakaban, Kantor Bupati, Kamis (14/7/2016) itu juga dihadiri Aparatur Pemerintahan Kampung dan masyarakat Kecamatan Talisayan selaku pelapor.

Dalam rapat itu, Wabup mengungkapkan, dirinya kerap menerima laporan dari masyarakat Kecamatan Talisayan terkait seringnya terjadi pemadaman listrik disana. Sepengetahuannya, disana telah ada PT PLN dan PT TBP yang bekerja sama menyuplai listrik ke masyarakat.

“Saya berkali-kali disibukkan dengan laporan masyarakat Talisayan. Malah terjadi demo disana saat malam takbiran. Bahkan, hari ketiga lebaran ketika saya disana, saya alami langsung mati lampu itu, saat itu saya didatangi dengan sekelompok masyarakat melaporkan kondisi itu,” ungkapnya.

Namun, ketika berupaya mencari penyebab kerap terjadi pemadaman listrik itu, dirinya malah dihadapkan pada kondisi saling menyalahkan antara PT PLN dengan PT TBP. Oleh karena itulah, diri berinisiatif menggelar rapat kali ini dan menghadirkan berbagai pihak, yang memiliki hak dan tanggung jawab akan kondisi ini.

“Saya pertemukan ini agar kita punya solusi permanen, bukan solusi sementara untuk dua tiga hari ke depan, setelah itu mati lagi dan kita disibukkan dengan masyarakat yang marah dan demo lagi. Jadi, mari kita selesaikan,” tegasnya.

Dikatakan Wabup, berdasarkan data diketahui jika beban puncak disana mencapai  900 kWh. Sementara informasinya PT PLN hanya sanggup 700 kWh, sehingga minta bantuan dengan PT TBP. Melihat kondisi tersebut, dirinya pun telah berkomunikasi dengan pemilik PT TBP.

“Perusahaan pada prinsipnya tidak keberatan membantu suplai listrik, tapi ada hal-hal yang jadi kewajiban PLN belum diselesaikan, diantaranya pemakaian solar yang menurut perhitungan mereka 25 ton belum dibayar. Ini yang saya minta, kita putuskan sekarang bagaimana menyelesaikan masalah ini,” tegasnya lagi.

Sementara dalam rapat tersebut, Manager PT PLN Area Berau, Adi Prasetyo melalui Manager Rayon Tanjung Redeb, Mufid Arianto menjelaskan kondisi kelistrikan di Kecamatan Talisayan.

“Kondisi saat ini di Talisayan, sudah ada 3 mesin. Pertama, mesin MAN daya mampunya kurang lebih sekitar 350 kWh. Kedua, ada dua mesin NJO yang baru kita relokasi dari Nunukan, itu bisa sekitar 450 kWh. Jadi kurang lebih sekitar 800 kWh. Kemudian, perbaikan mesin Perkin yang ada dari dipinjaman PLTU, itu sudah normal dan sementara bisa dibebani 300 kWh. Untuk secara sistem, sudah aman tanpa bantuan TBP. Tapi kalau TBP bisa bantu, itu lebih baik lagi dan tidak masalah,” jelasnya.

Terkait pemakaian solar yang ditagihkan PT TBP ke  PT PLN, Mufid mengatakan, sebenarnya pihaknya bukan bermaksud tidak membayar tagihan itu. Namun, kemarin PT TBP tak hanya menagih pemakaian solar melainkan juga menagihkan kWh. Tetapi, saat ini telah ada kesepakatan dan kesepahaman untuk menyelesaikan permasalahan itu.

“Untuk masalah solar 25 ton, kita dibantu TBP full ketika ada 3 unit mesin PLN rusak. Ketika itu, TBP menagihkan pemakaian BBM (solar-red) dan kWh, jadikan tagihannya double. Jadi kami mencoba bernegoisiasi dengan TBP. Kami sudah berdiskusi dengan Wahyu (Manager TBP-red) terkait solusinya. Info dari area (Manager PLN, Adi Prasetyo-red) sudah setuju dan tinggal menunggu tanda tangan saja. Sehingga untuk permasalahan 25 ton itu, sudah tidak jadi masalah, hanya ada urusan adminstrasi saja,” katanya.

Sementara salah satu perwakilan manajemen PT TBP yang hadir dalam rapat membenarkan apa yang disampaikan Mufit. Dikatakannya, permasalahan pemakaian solar yang ada sebelumnya terjadi lantaran kurangnya komunikasi antar manajeman perusahaan.

“Sebenarnya, persoalan ini pada titik terakhir sudah ada titik temu. Hanya karena ada pergantian Manager Area sehingga persoalan ini seolah-olah mengambang. Jadi kemarin ketika PLN meminta penambahan solar 5 ton, kita berikan. Kita juga bermitra dengan PLN dan tidak ada permasalahan apa-apa,” pungkasnya.(sai)