Dipulangkan, Keluarga Jemaah Haji Asal Berau Sampaikan Kekecewaan

 

TANJUNG REDEB – Dinilai tak memenuhi syarat kesehatan untuk menunaikan ibadah haji, Sarkawi (66), seorang calon jemaah haji asal Kampung Sukan Tengah Kecamatan Sambaliung Kabupaten Berau, terpaksa dipulangkan. Pemulangan ini tentu saja menimbulkan kekecewaan mendalam bagi Sarkawi dan keluarganya.

“Kami dari pihak keluarga Sarkawi sangat kecewa atas terjadinya pemulangan dan penundaan berangkat haji terhadap orang tua (Sarkawi-red) kami ini. Apalagi, keberangkatan orang tua kami ini sudah menunggu 8 tahun sejak dana haji disetor tahun 2010,” ujar Fitriansyah, anak kandung Sarkawi saat disambangi beraunews.com di kediamannya Jalan Mangga 3, Sabtu (11/08/2018).

Meski pemulangan ini hanya bersifat penundaan keberangkatan saja, tetap saja kekecewaan itu sangat mendalam. Pasalnya, sejak ditunda keberangkatannya, Sarkawi jelas terguncang dan stres. Ditambah lagi, Sarkawi kepikiran kondisi Haniah, istrinya yang sudah tiba di tanah suci Mekkah.

“Hampir setiap waktu beliau menangis, untung saja kami dari pihak keluarga terus memberi semangat. Jadi beban yang dirasakan beliau (Sarkawi-red), banyak sekali. Jujur saja, kondisi ini membuat kami khawatir. Semoga Allah masih melindungi dan beliau disehatkan, sehingga bisa kuat,” imbuhnya.

 

Namun demikian, Fitri mengakui jika orang tuanya memang memiliki riwayat penyakit sebagaimana temuan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Balikpapan Bidang Kesehatan. Akan tetapi, kejadian penundaan pemberangkatan yang dialami Sarkawi sebenarnya tak akan terjadi, jika saja PPIH Kabupaten Berau, baik Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Berau maupun lembaga kesehatan (doktor pendamping), lebih teliti dan berhati-hati terhadap kesehatan Sarkawi selaku calon jamaah haji.

“Menurut keterangan yang kami peroleh secara langsung dari PPIH Embarkasi Balikpapan Bidang Kesehatan, sebenarnya orang tua kami layak diberangkatkan, jika saja sejak 2 minggu lalu penyakit yang dideritanya sudah diobati,” ujarnya.

“Sejak Maret 2018, orang tua kami sudah dinyatakan sembuh penyakitnya oleh dokter dan sudah kami sampaikan juga keterangan tertulis dari dokter tersebut ke PPIH Kabupaten Berau. Dari Bulan Maret hingga Agustus 2018, orang tua kami sama sekali tidak diarahkan untuk berobat. Jangan sampai apa yang dialami orang tua kami, terjadi lagi terhadap jemaah-jemaah haji di tahun mendatang,” tandasnya.
 
Konfirmasi dari Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Berau, akan diterbitkan terpisah.(Miko Gusti Nanda/bnc)