Pelayanan E-KTP Sudah Normal Kembali

 

TANJUNG REDEB – Aktivitas pelayanan E-KTP, baik perekaman maupun pencetakan, berjalan normal kembali di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Berau. Hal itu disampaikan Sekretaris Disdukcapil Berau, Muhammad Syafei kepada beraunews.com, Selasa (08/05/2018).

Dikatakannya, lantaran terjadi masalahan kepegawaian di internal Disdukcapil, diakuinya pelayanan E-KTP sempat mengalami kendala. Namun, seiring telah selesainya permasalahan, maka sudah lebih dari satu bulan ini, aktivitas perekaman dan pencetakan E-KTP sudah dapat berjalan kembali.

“Alhamdulillah masalah kepegawaian itu sudah selesai, dan sejak sebulan yang lalu pelayanan, baik perekaman maupun pencetakan E-KTP sudah berjalan normal kembali. Jadi, bagi masyarakat yang datang untuk perekaman atau mencetak E-KTP sudah bisa kami layani kembali,” ujarnya.

Namun demikian, akibat sempat terkendala pelayanan, pihaknya tetap saja melayani masyarakat yang datang. Hanya saja, pelayanan yang diberikan berupa perekaman offline, yakni perekaman dimana datanya hanya ada di Disdukcapil Berau (lokal), tak sampai dikirim ke Kementerian Dalam Negeri.

“Jadi waktu kita tertahan satu bulan, kita tak bisa apa-apa. Masyarakat yang datang, tetap kita layani melalui perekaman offline. Nah ini, 4 ribu lebih yang kita rekam offline. Begitu sudah normal kembali, kita kirim datanya ke pusat,” tuturnya.

 

Kepala Bidang Pendaftaran Penduduk, Masgul menambahkan, kendala pelayanan tersebut hanya berlangsung selama 22 hari saja. Namun demikian, dampak dari kendala layanan tersebut, membuat pihaknya merubah sistem pelayanan menjadi sistem antrean ke belakang, yang artinya, perekaman dilakukan hari ini, E-KTP dicetak sebulan kemudian. 

“Hal ini kami lakukan sebagai akibat menumpuknya E-KTP yang harus dicetak. Bahkan, kami harus bekerja lembur untuk menyelesaikan pencetakan E-KTP. Selain itu, kami wajib memprioritaskan pencetakan E-KTP untuk data yang statusnya Print Ready Record (PRR), yang hingga kini mencapai 8.348. PRR itu, penduduk yang telah melaksanakan perekaman dan datanya sudah masuk ke server pusat, namun belum memiliki E-KTP secara fisik. Kita targetkan bulan Ramadhan ini kita selsaikan yang PRR,” jelasnya.

“Kita melakukan ini, semata-mata ingin memberikan pelayanan yang baik dan membantu masyarakat. Kami tak sama sekali ingin mempersulit masyarakat atau kami mengkambing hitamkan jaringan, itu semua tidak benar. Yang terjadi adalah, data yang ada sekarang harus dibersihkan di pusat dalam rangka Pilkada,” tandasnya.(NR Dewi/bnc)