Ingat!!! E-KTP syarat Mutlak Laksanakan Pernikahan

 

TANJUNG REDEB – Pasangan calon pengantin (catin) yang tak memiliki KTP Elektronik (E-KTP) bakal mengalami kesulitan mengurus pencatatan nikah di Kantor Urusan Agama (KUA) seluruh Indonesia, termasuk di Kabupaten Berau.

Hal itu termaktub dalam Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Ditjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri dengan Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama. Sehingga, KUA wajib menjalankan kebijakan tersebut.

BACA JUGA : Tanpa E-KTP Tak Bisa Nikah

Dikonfirmasi beraunews.com, Kepala KUA Kecamatan Tanjung Redeb, Zainal Abidinsyah membenarkan hal itu. Dikatakannya, keberadaan E-KTP menjadi syarat mutlak bagi setiap catin untuk mendapatkan surat Numpang Nikah (NA) dari kelurahan tempat ia tinggal/domisili.

“E-KTP digunakan untuk mendapatkan surat keterangan dari lurah, mulai N1 (Surat keterangan Nikah), N2 (Surat Keterangan Asal Usul) dan N4 (Surat Keterangan tentang Orang Tua). Dan hal ini sudah sangat jelas, NA akan bisa diterbitkan jika sang calon pengantin melampirkan fotokopi E-KTP dan kartu keluarganya. Jadi, dengan sendirinya warga yang tidak memiliki E-KTP akan sulit untuk mendapatkan surat NA dari kelurahan,” jelasnya, Selasa (21/11/2017).

Selain itu, tambah Zainal, keberadaan E-KTP juga sangat dibutuhkan untuk pencatatan administrasi di KUA. Jika masa lalu pengantin cukup menunjukkan NA yang didapat dari kelurahan, maka sudah bisa dijadikan bahan pencatatan administrasi di KUA.

Akan tetapi, melalui PKS yang disepakati, maka penghulu harus mencatat Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang juga telah tertera di buku pernikahan. Oleh karena itu, tentunya E-KTP menjadi hal yang wajib dilampirkan catin jika hendak mengurus ke KUA. Ditambah lagi, sistem IT pengisian aplikasi yang ada di KUA pun sudah langsung terkoneksi ke pusat, dimana hal utama yang diperlukan adalah E-KTP.

“Jadi E-KTP memang persyaratan wajib bagi catin. Tanpa ada E-KTP, kami tidak berani menikahkan. Jangankan kami, Kelurahan pun tidak akan berani membuatkan persyaratan menikah jika belum ada E-KTP,” tegasnya.

“E-KTP itu sangat penting guna menjamin ketunggalan data, selain itu, yang terpenting dari E-KTP adalah mengetahui status orang yang mau menikah itu, apakah sudah berumah tangga atau belum, perawan atau janda,” tambahnya.

Namun bagi warga yang sudah melakukan perekaman E-KTP tetapi belum mendapatkan fisiknya, tidak perlu panik. Sebab, yang sudah merekam data, kata Zainal, berarti NIK-nya sudah masuk ke database kependudukan.

"Program ini hanya berpengaruh pada warga yang belum mengikuti rekam data E-KTP," tandasnya.(Miko Gusti Nanda/bnc)