Spanduk Ilegal Tolak Kebebasan Berorganisasi, Catut Nama FPI dan Bupati Berau

 

TANJUNG REDEB – Seluruh Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) yang ada di Kabupaten Berau, diminta untuk bersama-sama menjaga kondusifitas Berau yang telah terjaga hingga kini. Permintaan tersebut disampaikan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Berau, Ahmad Ismail melalui Kepala Bidang Politik Dalam Negeri (Poldagri), Andi Sari Berlian, Rabu (15/11/2017).

Permintaan tersebut, menyusul tersebarnya spanduk bertuliskan “Dewan Pimpinan Wilayah Front Pembela Islam (DPW FPI) Kabupaten Berau Beserta Bupati Berau Menolak Pembatasan Kebebasan Berorganisasi” pada Selasa (14/11/2017) kemarin. Spanduk tersebut terpasang di 4 titik, yakni di depan Kantor DPRD Berau tepatnya dipagar Kantor Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), simpang kedaung, simpang 4 Murdjani dan depan SMK.

“Kita mengimbau kepada semua ormas agar bersama-sama kita jaga Berau tetap kondusif,” tuturnya.

Selain itu, dikatakan Berlian, ormas juga diminta untuk menjalankan apa yang menjadi amanah Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART) organisasinya. Pasalnya, ada beberapa ormas yang disinyalir melakukan kegiatan lain, di luar yang diatur AD/ART-nya. Bahkan, kegiatan ormas tersebut tak jelas dan terkesan mengganggu ketenangan masyarakat.

“Kepada masing-masing ormas untuk membuka AD/ART-nya. Jangan mengatasnamakan ormas, yang bentuknya di dalam AD/ART bersifat sosial, tapi arahnya justru ke lain-lain. Jangan sampai, ormas disalahgunakan. Meski kita masih belum klarifikasi terhadap beberapa ormas yang melakukan kegiatan lain di luar AD/ART-nya,” ujarnya.

Terkait pihak mana pemilik spanduk tersebut, Berlian mengatakan, mengingat di spanduk tersebut tercantum nama DPW FPI Kabupaten Berau dan mencatut nama Bupati Berau, maka pihaknya bersama Tim Deteksi Dini dan Komunitas Intelijen Daerah (Kominda), langsung bergerak memanggil FPI untuk klarifikasi. Alhasil, berdasarkan pengakuan FPI, spanduk tersebut bukan milik mereka, melainkan ada oknum yang mengatasnamakan FPI.

“Tadi FPI kami panggil untuk klarifikasi, yang datang Ketuanya Ustaz Ibnu Ubaidillah, dan pengakuan FPI, spanduk tersebut bukan milik mereka, tidak atas nama FPI. Tapi sedang kami selidiki, siapa yang membuat dan memasang spanduk tersebut,” bebernya. 

Dikonfirmasi terpisah, Ketua DPW FPI Kabupaten Berau Ustaz Ibnu Ubaidillah membenarkan jika pihaknya telah mengklarifikasi terkait spanduk illegal tersebut. Dikatakannya, permasalahan tersebut telah menjadi urusan Kesbangpol dan aparat keamanan.

“Biarkan Kesbangpol yang bergerak, kita cukup klarifikasi bahwa bukan kita yang pasang spanduk itu," tuturnya singkat.(bnc)