Peralatan Pemadam Kebakaran Perlu Pembaruan?

 

TANJUNG REDEB – Ternyata, selain formasi personel Petugas Memadamkan Kebakaran (PMK) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau yang masih banyak berstatus honorer dan Pegawai Tidak Tetap (PTT), peralatan kerja yang dimiliki PMK juga menjadi sorotan Kepala BPBD Berau, Suhardi Sabran.

Dikatakannya, peralatan pemadam kebakaran, perlu pembaruan. Pasalnya, peralatan yang ada saat ini, selain usianya yang sudah cukup tua, jumlahnya juga terbatas. Pun demikian, dengan keberadaan kantor PMK yang hingga saat ini belum ada tanda-tanda akan dibangunnya kantor refresentatif.

“Alat yang sekarang usianya kurang lebih sudah sekitar 10 tahunan dan kemarin ada bantuan 2 alat saja. Tak hanya itu, speed boat yang digunakan untuk penanggulangan bencana di perairan pun, sudah pada tua mesinnya dan sudah bocor. Begitu juga perahu karet, kita hanya punya 2 unit, itupun 1 unitnya sudah bocor juga. Tapi kembali lagi, ini soal anggaran yang terbatas. Kami memahami itu,” tutur mantan Kepala Dinas Kehutanan itu kepada beraunews.com, baru-baru ini.

“Tak jarang juga, dalam pelaksanaan memadamkan kebakaran, kami selalu mendapatkan tekan, dicemooh lamban, sebetulnya kami tidak bisa menjamin menyelamatkan saat kebakaran sedang terjadi, melainkan cuma berupaya semaksimal mungkin untuk mencegah agar api tidak lebar ke pemukiman sekitarnya,” tambahnya.

BACA JUGA : Pemadam Kebakaran, Hidup Segan Mati Tak Mau?

Dengan segala keterbatasan yang ada itu, dikatakan Suhardi, pihaknya tetap berupaya maksimal melaksanakan segala tugas dengan baik. Sebagai contoh, pihaknya kini tengah memprogramkan penanggulangan bencana di setiap kecamatan yang ada. Tujuannya, ketika ada bencana, relawan di kecamatan sudah bisa menanganinya, tanpa perlu menunggu petugas dari ibu kota kabupaten.

“Semua camat yang ada 13 kecamatan akan kami undang dengan tujuan, agar camat dapat membina relawan, meski dengan kondisi anggaran seperti ini, tetap dapat kita lakukan secara bertahap. Harapannya, supaya PMK tidak hanya ada di kota saja, tapi ada UPTD di tiap kecamatan,” tandasnya.(Miko Gusti Nanda/bnc)