Pemadam Kebakaran, Hidup Segan Mati Tak Mau?

 

TANJUNG REDEB – Peran pasukan penjinak api, tak boleh diremehkan. Justru merekalah para 'pahlawan' riil bagi masyarakat. Mereka pula, yang siap berjibaku mempertaruhkan nyawa setiap terjadi kebakaran. Karena itu, kesejahteraan mereka harus diperhatikan. Sebab mereka, beda dengan pegawai lain. Siap siaga 24 jam, tegas Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, yang menilai perlu adanya evaluasi mengenai kesejahteraan para damkar (pemadam kebakaran) yang ada diseluruh Indonesia.

Lalu, apakah yang disampaikan Mendagri tersebut, memang demikian adanya? Ditanya demikian Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau, Suhardi Sabran, membenarkan hal tersebut. Dikatakannya, jika damkar, khususnya yang berada di Berau masih kurang untuk disebut sejahtera.

Bagaimana tidak, dikatakan Suhardi, dari 45 orang personel, 16 orangnya atau 35,56 persen masih berstatus honorer dan Pegawai Tidak Tetap (PTT). Artinya, dari sisi pendapatan masih jauh dikatakan sejahtera.

“Rinciannya, untuk PMK (Petugas Memadamkan Kebakaran) PNS ada 19 orang, honorer dan PTT 12 orang, sedangkan untuk Tim Reaksi Cepat (TRC), PNS ada 10 orang, honorer dan PTT 4 orang. Seharusnya, personel PMK dan TRC tidak lagi honorer dan PTT, mengingat resiko pekerjaan mereka adalah taruhan nyawa,” ungkapnya saat ditemui beraunews.com diruang kerjanya, Rabu (08/11/2017).

Mantan Kepala Dinas Kehutanan Berau itu menilai, tak jarang keberadaan pemadam kebakaran seperti kurang dipedulikan. Keberadaannya baru dicari, ketika terjadi musibah kebakaran. Sementara, ketika tak ada musibah, keberadaannya dibiarkan dengan apa adanya. 

“Jadi jika Mendagri mengatakan di daerah belum prioritas dan belum sejahtera, maka saya garis bawahi bahwa apa yang dikatakan Mendagri itu benar sekali. Faktanya kondisi kita sekarang, seperti hidup segan mati tak mau. Meski kami memahami, kondisi ini akibat keterbatasan anggaran. Namun berbicara, kebencanaan dan gawat darurat itu, sesungguhnya tidak bisa dibatasi dengan anggaran. Sudah sepatutnya ada dana cadangan,” tandasnya.(Miko Gusti Nanda/bnc)