92,62 Persen Penduduk Berau Sudah Rekam E-KTP

 

TANJUNG REDEB – Upaya Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Berau agar seluruh penduduk sudah melakukan perekaman KTP Elektronik (E-KTP), tampaknya hampir terealisasi. Pasalnya, per tanggal 6 November 2017, sudah 92,62 persen wajib KTP yang melakukan perekaman. Hal tersebut disampaikan Kepala Disdukcapil Berau, Fredy Suryadi melalui Kepala Bidang Pendaftaran Penduduk, Masgul.

Dikatakannya, dari 146.488 jiwa wajib KTP, yang sudah melakukan perekaman E-KTP sebanyak 135.681 jiwa atau 92,62 persen. Sementara, 10.807 jiwa atau 7,38 persen belum melakukan perekaman.

“Adapun jumlah blangko yang diterima Disdukcapil Berau, pada tahun 2017 berjumlah 15.500 keping, tercetak 12.627. Sehingga per tanggal 6 November 2017, bersisa 2.873 blangko. Secara rata-rata, tiap hari sekitar 200 blanko kita cetak E-KTP,” ungkapnya kepada beraunews.com, Selasa (07/11/2017).

Masgul menambahkan, pencapaian tersebut tak lepas dari upaya pihaknya jemput bola dengan melakukan perekaman ke kecamatan dan kampung, dimana sudah beberapa tahun ini, setiap hari Jumat hingga Minggu, Disdukcapil turun ke kecamatan dan kampung. Langkah tersebut dilakukan, selain agar seluruh penduduk Berau sudah direkam, juga untuk mengurangi beban masyarakat.

“Tapi, kami hanya turun mendatangi 9 kecamatan, sementara 4 kecamatan terdekat, yakni Tanjung Redeb, Sambaliung, Gunung Tabur dan Teluk Bayur, perekaman tetap dilakukan di Kantor Disdukcapil. Meski, sekali-sekali kami juga turun ke kampung di 4 kecamatan terdekat, tapi itu khusus bagi kampung yang agak jauh dan penduduknya masih banyak yang belum perekaman. Meski demikian, perlu dipahami, untuk pencetakan E-KTP tetap dilakukan di Kantor Disdukcapil,” tegasnya.

Langkah pihaknya turun ke kampung tersebut, dikatakan Masgul, tak semata untuk melakukan perekaman E-KTP di kecamatan dan kampung, tak jarang, pihaknya juga mendatangi warga yang sakit untuk perekaman secara langsung ke rumahnya. Selain melakukan perekaman E-KTP, Disdukcapil juga melakukan pelayanan akta kelahiran, Kartu Keluarga, dan administrasi kependudukan lainnya.

“Hanya saja yang menjadi kendala untuk perekaman di kecamatan dan kampung tersebut adalah sasaran target yang akan direkam tak jarang, tidak sesuai sasaran. Sebab, meski kami sudah jauh-jauh hari memberitahukan ke Camat dan Kepala Kampung, namun saat kami di lapangan, masih banyak warga yang tidak melakukan perekaman dengan alasan pergi melaut atau hal lainnya,” tuturnya.

Sebagai wujud inovasi, lanjut Masgul, di masa mendatang, pihaknya akan melakukan perekaman bagi anak kelas 3 Sekolah Menengah Atas.

“Kita rencanakan seluruh SMA sederajat kita datangi untuk perekaman,” tandasnya.(Miko Gusti Nanda/bnc)