Duh!!! Baru Semalam, Jukir Expo Talisayan 2017 Sudah Tuai Keluhan

 

TALISAYAN - Pemungutan tarif karcis parkir expo Talisayan 2017 yang dilakukan sejumlah juru parkir (Jukir), menuai kritikan dari pengunjung yang datang. Pasalnya, selain diduga terlalu arogan, pemungutan uang karcis sendiri diduga juga terlalu memaksakan.

Diketahui, pembayaran tiket karcis masuk untuk kendaraan roda dua dipungut sebesar Rp2.000, sementara untuk roda empat dipungut Rp5.000.

Disampaikan, salah seorang pengunjung expo, Edi, tarif yang ditetapkan sebenarnya tidak ada masalah. Hanya saja, yang menjadi keluhan adalah sistem yang diterapkan. Dijelaskannya, pengendara roda dua atau roda empat memang diwajibkan membayar karcis saat berkunjung ke expo, dan wajib mengembalikan karcis ke tukang parkir saat hendak pulang. Akan tetapi, ketika pengunjung akan kembali ke expo, wajib membayar lagi uang karcis masuk.

"Inikan merepotkan. Kenapa tidak sekaligus dijadikan 5 ribu untuk satu hari, dan karcisnya diberikan kepada pengunjung untuk pegangan. Kalau mau masuk tinggal diperlihatkan saja kepada petugas parkir. Kalau setiap kali mau masuk harus bayar, ini kan terlalu memaksakan namanya," ujarnya Minggu (05/11/2017) malam.

Edi menambahkan, petugas parkir juga dinilainya terlalu berlebihan dalam menangani pengunjung yang tidak membawa karcis. Bahkan, salah seorang pedagang yang berdagang di sekitar expo juga sempat dibuat jengkel.

"Tadi juga ada ibu-ibu penjual gorengan sempat marah-marah, karena pas mau pulang tidak punya karcis tidak dibolehkan lewat. Padahal cuma mau ngambil bahan jualannya ke rumah. Ini kan berlebihan," jelasnya.

Sandi, pengunjung lainnya juga mengatakan hal senada. Ia menilai, meskipun pemungutan karcis tidak seberapa, seharusnya jangan sampai menjadi keluhan pengunjung. Apalagi, expo Talisayan merupakan kegiatan unggulan dalam mensosialisasikan pembangunan dan kemajuan Talisayan.

"Saya juga sempat kaget dengan pungutan tersebut. Seharusnya setelah bayar karcis tidak perlu lagi bayar kalau mau kembali. Meskipun cuma dua ribu, kalau lima kali pulang pergi, kan besar juga. Saya saja belum 1 jam pulang dan kembali lagi masih dimintai. Kalau tidak bayar, disuruh parkir jauh dan keamanan kendaraan ditanggung sendiri. Kalau begini, yang kasihan anak sekolah yang ingin ke sana," bebernya.

Sementara itu, salah seorang petugas parkir yang berada tidak jauh dari pendopo kecamatan, membenarkan pembayaran karcis tersebut. Ia beralasan, hal itu dilakukan demi keselamatan kendaraan pengunjung.

"Ia harus bayar. Pokoknya setiap kali mau ke sini harus bayar. Meskipun sebelumnya sudah bayar karcis. Kalau tidak bayar, silahkan kendaraannya disimpan di luar, jangan di wilayah kami (area parkir-red). Karena kami tidak mau tanggung jawab," tandasnya.(Hendra Irawan/bnc)