Bupati Berau : Ikrar Penolakan Narkoba, Jangan Sekedar Seremoni

 

TALISAYAN - Dalam rangkaian pembukaan Expo Talisayan 2017 yang dilakukan Bupati Berau Muharram, juga dirangkai pembacaan ikrar penolakan narkoba oleh Camat Talisayan bersama seluruh kepala kampung yang ada di Kecamatan Talisayan, dan didampingi Kapolsek Talisayan, Iptu Faisal Hamid.

Camat Talisayan, David Pamudji menyampaikan, pembacaan ikrar penolakan narkoba tersebut penting dilakukan, mengingat Talisayan merupakan wilayah yang cukup strategis di bidang perputaran perekonomian maupun peredaran narkoba. Terlebih, sejauh ini, setidaknya sudah terjadi puluhan kasus narkoba yang berhasil diungkap oleh jajaran Polsek Talisayan. Tentu saja jumlah tersebut cukup mengkhawatirkan.

"Sudah terjadi sekitar 35 kasus. Untuk mengantisipasinya, seluruh instansi lintas sektor yang ada di wilayah Kecamatan Talisayan harus bersinergi. Salah satu upaya kita, yakni dengan pembacaan ikrar bersama seluruh kepala kampung dan instansi lintas sektor," bebernya.

 

Menurut David, pencanangan Talisayan bebas narkoba, tak hanya menjadi tugas aparat kepolisian BNN Kabupaten semata, namun perlu ada kesadaran diri sejak dini untuk melakukan perlawanan terhadap peredaran narkoba saat ini. Salah satu upaya pencegahan peredaran narkoba, khususnya kepada remaja atau pelajar, Pemerintah Kecamatan Talisayan telah memberlakukan jam malam.

"Ini inisiatif dan bentuk upaya kami. Dengan harapan, Talisayan dapat bebas narkoba," bebernya.

Sementara itu, Bupati Berau, Muharram mengatakan, peredaran narkoba dapat disebabkan banyak hal. Seperti faktor lingkungan, pergaulan bebas, dan anak sering keluar malam tanpa ada tujuan jelas. Narkoba sendiri dikatakannya, merupakan bisnis yang cukup sulit untuk dibasmi.

"Memang sangat mengkhawatirkan. Sebab, dalam prosesnya, diawal bisnis ini korbannya dikasih gratis, setelah kecanduan baru disuruh beli. Tak ada pilihan lain selain membeli. Jadi, memang bisnis ini tidak ada habisnya," bebernya.

Muharram menambahkan, upaya pencegahan narkoba yang sudah maksimal, baru ada di bandara. Sebab, sudah dilengkapi sistem atau teknologi scanning. Sementara di pintu masuk lainnya, masih belum maksimal dilakukan.

"Berbeda pencegahan dengan bandara yang telah memakai teknologi scanning. Bayangkan, pencegahan yang ada di pelabuhan, itu belum bisa diawasi secara maksimal. Namun kita tetap berharap ini semua dapat dikontrol kedepannya," bebernya.

 

Terkait diberlakukannya jam malam oleh pemerintah kecamatan, Muharram sangat menyetujuinya. Ia juga meminta, pembacaan ikrar tersebut tak hanya di lakukan kecamatan saja. Melainkan program tersebut dibawa ke kampung masing-masing.

"Saya harap pembacaan ikrar ini tidak hanya menjadi seremonial saja. Tetapi, setiap pemerintah kampung juga melakukan hal yang sama di wilayahnya masing-masing, dengan mengajak seluruh elemen masyarakat," pesannya.

Pembacaan ikrar ditutup dengan penandatanganan komitmen penolakan narkoba di wilayah Talisayan oleh Camat Talisayan, seluruh kepala kampung, kepala instansi lintas sektor, dan Kapolsek Talisayan.(Hendra Irawan/bnc)