Miliki Potensi Mangrove Terbesar, Tanjung Batu Kembangkan Wisata Mangrove

PULAU DERAWAN – Berbagai potensi wisata yang ada di Kabupaten Berau terus dikembangkan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan, seperti yang ada di Kampung Tanjung Batu, Kecamatan Pulau Derawan. Saat ini, pemerintah bersama pihak swasta sedang membangun objek wisata mangrove dengan luasan 1.200 meter persegi.

Saat ini pembangunan objek wisata ini sudah mencapai 80 persen. Tinggal menyelesaikan beberapa sarana lagi sebelum dibuka untuk publik dan dikelola. Diharapkan pengerjaan bisa selesai sebelum akhir tahun nanti.

Disampaikan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, Mappasikra Mappseleng, wisata mangrove ini akan menambah referensi destinasi wisata di Berau. Jadi wisatawan bisa menikmati objek wisata ini sebelum berkunjung ke objek wisata lainnya.

“Kan di sini pintu masuk wisata bahari. Wisatawan bisa mampir ke sini dulu sebelum ke pulau,” jelasnya, Selasa (31/10/2017).

Dipilihnya Tanjung Batu sebagai pengembangan wisata ini, lantaran keanekaragaman mangrove yang ada ada di dalamnya. Dimana, ada beberapa jenis yang tidak bisa ditemukan di daerah lain. Hal ini pun menjadi peluang dalam pengembangannya. Selain sebagai objek wisata, destinasi ini bisa dijadikan sebagai pusat informasi mangrove di Kalimantan Timur.

“Populasi mangrove terbesar di Berau ada di sini. Tentu dengan keragaman spesiesnya kita optimis destinasi ini bisa menarik banyak wisatawan,” ujarnya.

Disbudpar, dikatakannya Mappasikra, terus memberikan dukungan penuh kepada seluruh pihak yang ingin membantu dalam pengembangan wisata di Bumi Batiwakkal. Ia menilai, destinasi yang ada di Berau sangat beragam dan lengkap, tentunya memberikan pilihan bagi investor untuk membangun.

“Kalau untuk pengelolaannya kita serahkan kepada kampung dan investor yang membangun. Yang jelas bakal membantu dalam meningkatkan perekonomian masyarakat nantinya,” imbuhnya.

Dukungan serupa juga disampaikan Camat Pulau Derawan, Kudarat. Dikatakannya, pihaknya memberikan dukungan penuh terhadap investasi yang masuk, khususnya dalam pengembangan wisata. Apalagi, saat ini pemerintah juga fokus dalam membangun destinasi wisata yang ada di Berau.

Ia mengakui, pembangunan wisata mangrove ini mendapat tanggapan positif dari seluruh masyarakat. Hal ini terlihat dari kunjungan masyarakat yang datang ke sana meskipun masih dalam proses pembangunan.

“Walaupun mangrove ini sudah lama di sini, tapi dengan sentuhan pembangunan bisa menarik minat masyarakat untuk datang. Dari sini bisa terlihat bahwa objek wisata ini sangat berpotensi besar,” katanya.(hms5/bnc)