“Siap Sedia” Nelayan Budidaya Bakal Meningkat Kesejahteraannya

 

TANJUNG REDEB - Mendorong peningkatan produksi budidaya perikanan baik perikanan air tawar maupun perikanan laut, Pemkab Berau melalui Dinas Perikanan kini memiliki program unggulan dengan nama “Siap Sedia”, yakni program satu kampung budidaya perikanan dan satu pembudidaya unggulan.

Kepala Dinas Perikanan Berau, Fuadi melalui Kepala Bidang Budidaya Perikanan, Yunda Zuliarsih mengungkapkan, melalui program Siap Sedia yang digagas sejak tahun 2015 lalu, pihaknya mencoba melakukan identifikasi calon pembudidaya unggulan, baik pembudidaya air tawar, tambak/air payau maupun pembudidaya air laut.

Dinas Perikanan, dikatakan Yunda, telah memiliki data calon pembudidaya unggulan yang saat ini, akan kembali dilakukan verifikasi ke lapangan. Calon pembudidaya unggulan ini nantinya akan ditetapkan dengan Surat Keputusan Bupati Berau sesuai dengan regulasi yang ada.

Kedepannya, lanjut Yunda, pembudidaya unggulan yang telah ditetapkan akan diberikan pembinaan dan pendampingan melalui Dinas Perikanan Berau yang memiliki tiga seksi, yaitu pengembangan kawasan perikanan, perbenihan serta seksi hama dan penyakit. Di tahun 2018, ketiga seksi ini akan bersinergi untuk membuat program pembinaan langsung kepada pembudidaya unggulan ini.

“Jadi ke depan kita langsung kepada tujuan. Sebelumnya kita kepada kelompok namun dari evaluasi dalam setiap kelompok yang aktif satu sampai dua orang saja, sehingga kita ubah pola untuk mengoptimalkan yang aktif dengan merangkul dan membina, sampai nanti bisa memiliki sertifikat cara budidaya yang baik, hingga ijin pengelolaan lingkungannya,” jelasnya.

 

Dengan pola ini, diharapkan Yunda, ke depan akan ada pembudidaya percontohan yang akan menjadi motivasi bagi pembudidaya lain dalam meningkatkan usaha budidaya perikanan. Diharapkan ke depan, meskipun jumlah luasan lahan budidaya kecil, namun dalam produksi dan kualitas sangat tinggi dan akhirnya memberikan dampak positif dalam peningkatan ekonomi pembudidaya itu sendiri.

“Jadi ini yang kita dorong agar nantinya disetiap kampung ada pembudidaya perikanan unggulan yang bisa menjadi percontohan,” ungkapnya.

Mereka yang diverifikasi sebagai pembudidaya unggulan, disampaikan Yunda, bukan mereka yang baru memulai. Namun pembudidaya yang sudah lama dan memiliki komitmen dalam pengembangan budidaya, serta ketersediaan sarana dan prasarana budidaya yang dimiliki secara sendiri.

“Adapun kedepannya jika perlu kita support penyediaan sarana dan prasarana ini, akan tetap kita upayakan untuk diprogramkan,” tandasnya seraya mengatakan, dari apa yang dilakukan, saat ini sudah ada delapan pembudidaya air tawar, lima pembudidaya air payau dan satu pembudidaya air laut. Namun untuk pastinya, menunggu hingga ditetapkan dalam Surat Keputusan Bupati Berau.(hms4/bnc)