Berau Menuju Kemandirian Pangan

 

TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten Berau sedang berupaya mengurangi ketergantungan pangan dari luar daerah. Salah satu upaya yang dilakukan saat ini, dengan menjalankan program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL). Target akhir yang ingin dicapai melalui program ini, yakni mewujudkan masyarakat yang mandiri pangan.

Program tersebut merupakan salah satu upaya yang dilakukan untuk mencapai ketahanan dan kemandirian pangan di tingkat rumah tangga. Konsep yang diterapkan dalam program ini, dengan pemanfaatan lahan pekarangan keluarga, baik di pedesaan maupun perkotaan untuk dikembangkan menjadi lahan pertanian keluarga.

“Dengan KPRL ini diharapkan kebutuhan pangan dan gizi keluarga serta mengembangkan ekonomi produktif dapat terpenuhi. Selain itu, KPRL ini dapat menciptakan lingkungan hijau, bersih dan sehat,” jelas Kepala Dinas Pangan Berau, Pattah Hidayat, Selasa (31/10/2017).

Pengembangan KPRL ini, dikatakan Pattah, telah sukses dikembangkan di Kota Balikpapan dan beberapa kabupaten lain di Kaltim. Untuk mendukung program KPRL, Dinas Pangan bekerjasama dengan Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Provinsi Kaltim serta instansi terkait lainnya. Program yang dijalankan bertahap ini, kini sudah dijalankan di dua kecamatan, yakni Segah dan Gunung Tabur. Diharapkan program ini dapat tersebar hingga ke seluruh kecamatan.

“Kita ingin kedepannya masyarakat tidak selalu bergantung pada kebutuhan pasar. Jadi sudah bisa terpenuhi melalui program ini dan menghemat pengeluargan keluarga,” ujarnya.

 

Tanaman yang dipilih untuk KRPL ini, merupakan tanaman pangan alternatif dan tanaman komersial berbasis gizi keluarga, seperti cabai, terong, sawi, seledri, pepaya, ubi, talas dan lainnya serta pengembangan budidaya ternak dan perikanan kolam. Dengan mekanisme dikembangkan di kebun kelurahan atau kampung yang menghasilkan bibit tanaman, untuk dibagikan kepada rumah tangga.

Selain itu, kebun produksi kelurahan atau kampung ini juga dapat memproduksi langsung bahan pangan alternatif dan sayuran ini untuk ketahanan masyarakat setempat. Kegiatan ini telah mampu menekan pengeluaran keluarga di perkotaan terhadap kebutuhan pangan sehari-hari.

“Jika tiap keluarga memiliki kebun pangan sendiri di pekarangan, pengeluaran untuk pembelian sayur dapat dialihkan untuk kebutuhan lain, karena sebagian kebutuhan dapat dipenuhi dari hasil sendiri,” pungkasnya.(hms5/bnc)