Retribusi Sarang Burung Walet Rumahan Tunggu Perbup

 

TANJUNG REDEB – Bisnis sarang burung walet rumahan di Kabupaten Berau khususnya di wilayah pesisir selatan Berau, terus berkembang. Hal itu terlihat dari maraknya bangunan sarang burung wallet, baik sudah yang lama dibangun, maupun yang baru dibangun saat memasuki wilayah Talisayan.

Tetapi sayangnya, hingga saat ini, Pemerintah Kabupaten Berau belum dapat melakukan penarikan retribusi kepada pengusaha sarang walet tersebut. Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Berau, Maulidiyah mengaku, saat ini retribusi dari sarang burung walet rumahan ke daerah masih menunggu peraturan Bupati (Perbup) selesai.
 
“Sebelum ada dasar atau landasan hukum yang jelas, kita belum bisa lakukan penarikan retribusi, sementara ini kita menunggu dulu payung hukumnya selesai,” katanya kepada beraunews.com, Kamis (31/08/2017).
 
Dijelaskannya, meskipun saat ini Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1/2011 tentang Pajak Daerah telah selesai, tetapi Pemkab Berau harus menyempurnakannya dengan menerbitkan Perbup.
 
“Perdanya sudah ada, jadi tinggal menunggu Perbup yang kini dalam proses di Pemkab,” terangnya.
 
Maulidiyah menambahkan, setelah payung hukum penarikan retribusi sarang walet selesai, maka pihaknya akan menyampaikan hal tersebut kepada seluruh pengusaha sarang walet rumahan yang ada di Kabupaten Berau, termasuk yang berada di wilayah pesisir selatan Berau.
 
Apalagi, pihaknya juga masih belum memiliki data valid terkait jumlah sarang burung walet rumahan yang ada, karena masih dalam pendataan oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi.
 
“Sosialisasi disampaikan kepada pengusaha sarang walet rumahan, mengenai penerapan penarikan retribusinya nanti. Jadi, tidak begitu Perbup disahkan, langsung menarik pajak. Ada tahapannya,” jelasnya.
 
Penarikan retribusi sarang burung walet rumahan merupakan peluang Pemkab Berau untuk menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD). Apalagi saat ini, tidak sedikit bangunan sarang walet yang telah berproduksi.
 
“Potensi yang ada akan terus kita maksimalkan untuk menjadi sumber PAD. Kan, hasilnya akan kembali lagi kepada masyarakat juga,” tandasnya.(bnc)
 
Wartawan: Hendra Irawan/Editor: Rita Amelia