Soal “Aduan” Karyawan, Ini Kata PT SAL

BATU PUTIH – Terkait banyaknya karyawan PT Sumalindo Alam Lestari (SAL), yang mengklaim banyak kebijakan perusahaan tidak adil sehingga berbuntut pada surat pemanggilan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Berau ke PT SAL, ditanggapi manajemen perusahaan.

Manager PT SAL, Bambang mengaku tidak tahu banyak mengenai hal tersebut, termasuk kebijakan perusahaan yang dianggap merugikan karyawan hingga berbuntut pada pemanggilan Disnakertrans.

"Saya tidak tahu banyak soal itu," katanya, Senin (4/7/2016).

Ketika ditanya soal THR yang diduga tak sesuai harapan dan aturan, bahkan ada sejumlah tenaga kerja wanita yang bekerja selama setahun atau lebih setahun tidak menerima THR satu bulan gaji, hanya karena cuti melahirkan. Dijawab Bambang, hal itu tidak benar. Ia mengatakan, karyawan yang sudah bekerja setahun atau setahun lebih mendapatkan THR penuh.

"Yang satu bulan ke atas saja kita kasih THR, apalagi yang sudah setahun. Termasuk mereka yang habis cuti melahirkan tapi sudah bekerja selama setahun, THR nya tetap sebulan gaji. Seharusnya ini sebelum dilaporkan keluar ditanya dulu di internal. Kalau tidak puas baru lapor keluar," jelasnya.

Sementara untuk gaji karyawan yang direncanakan dicairkan bersamaan dengan THR tidak sesuai fakta. Bahkan hal itu membuat keributan kecil di internal perusahaan. Ia menjelaskan, sebenarnya kebiasaaan gajian di PT SAL, yakni didahului dengan tutup buku pada tanggal 25, untuk pencairan gaji karyawan sekitar tanggal 10.

"Itu sudah lama begitu. Memang kemarin rencananya gaji dan THR cair bersamaan, tapi hanya THR yang cair. Memang untuk gaji ini keputusan pusat, mungkin dari pusat terlambat mencairkan. Kita hanya mengikuti pusat saja," ungkapnya.

Ia juga menanggapi, terkait aduan tenaga kerja wanita yang haid, dan melahirkan tidak diberikan waktu cuti. Menurut Bambang, pihak perusahaan memberikan izin akan hal tersebut, hanya saja karyawan yang bersangkutan tidak ada pemberitahuan.

"Kalau mereka izin kita izinkan. Tapi untuk HK (Harian Kerja) kalau dia pekerja tetap (kontrak) HK nya tetap masuk. Kalau PHL (Pekerja Harian Lepas) saya tidak tahu, itu HRD yang tahu," terangnya.

Terkait slip gaji yang mendadak ditiadakan. Pihaknya berkilah, jika slip tersebut sebenarnya tetap dibuat, namun hanya untuk karyawan tertentu. Ia beralasan, tidak dibagikannya slip gaji tersebut lantaran menjaga agar tidak ada kecemburuan sosial sesama karyawan PT SAL.

"Yang kami tidak suka itu, begitu dapat slip mereka liatkan sana sini. Kita khawatir terjadi kecemburuan sosial. Kalau mereka mau tahu gaji, mereka bisa liat di payroll (administrasi penggajian-red) mau komplain juga bisa. Mereka mau minta kita kasi. Intinya kita menjaga yang tidak diinginkan," tutupnya.(hir)