Penerapan Sistem Kearsipan Online Masih Terkendala

 

TANJUNG REDEB – Untuk lebih mempermudah kinerja kearsipan yang ada di lingkungan Pemkab Berau, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Berau, Wiyati, mengatakan saat ini sistem kearsipan berbasis online memang sangat diperlukan.

Namun, defisit anggaran yang terus melanda APBD Berau, dikatakannya menjadi salah satu kendala yang membuat sistem kearsipan berbasis online hingga kini belum juga diterapkan. Untuk menerapkan hal tersebut, dikatakan Wiyati memang membutuhkan perangkat sehingga dapat terkoneksi dengan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ada di Berau.
 
“Semestinya memang kita melanjutkan apa yang sudah menjadi program dari kepemimpinan lalu, salah satunya menerapkan sistem kearsipan online. Tapi untuk saat ini belum bisa kita lakukan, sebab sampai saat ini anggaran kita belum memungkinkan. Jadi sampai saat ini kita masih manual saja,” jelasnya kepada beraunews.com, Rabu (23/08/2017).
 
Namun jika anggaran memadai, pihaknya akan segera menerapkan sistem kearsipan online tersebut, sehingga pengelolaan arsip dapat lebih mudah dan modern. Selain itu, ia juga mengatakan, setiap Kepala OPD agar dapat memperhatikan sarana yang diperlukan untuk dapat menuju sistem kearsipan online, sebab dibutuhkan juga sarana dan perangkat dari OPD agar dapat mengarsipkan dokumen aktif agar tidak tercecer dan hilang.
 
Sementara itu, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan saat ini hanya mengelola arsip statis, sedangkan arsip yang sudah kadaluarsa secara otomatis akan dihapus.
 
“Saat ini pengelolaan arsip di OPD juga belum sesuai dengan ketentuan, maka ke depan kami harapkan juga kepada kepala OPD untuk dapat memperhatikan terkait pengelolaan arsip di masing-massing OPD-nya. Sebab untuk arsip aktif, yang mengelola adalah OPD sendiri, kalau kami hanya kelola yang statis. Kita juga siap kalau anggarannya ada. Sebab ini juga akan menjadikan pengelolaan arsip kita lebih mudah dan lebih terkontrol dari sistem manual,” tandasnya.(bnc)
 
Wartawan: Marta/Editor: Rita Amelia