THM Lamin Masih Beroperasi, Ijin Bakal Dicabut

 

TANJUNG REDEB – Bupati Berau, Muharram meminta Satpol PP melakukan pemantauan terkait adanya indikasi beroperasinya Tempat Hiburan Malam (THM) di Jalan Poros Labanan atau yang lebih dikenal dengan daerah Lamin.

Terkait hal tersebut, Kasatpol PP Berau, Ahmad Ismail mengatakan, pihaknya sudah pernah melakukan upaya penyegelan di Lamin. Namun, pemilik usaha menunjukan jika Surat Ijin Tempat Usaha (SITU) yang mereka miliki adalah untuk karaoke bukan THM. 
 
"Makanya kami tidak bisa menyegelnya," terangnya saat ditemui beraunews.com, Rabu (23/08/2017) pagi di ruang kerjanya.
 
BACA JUGA : THM di Lamin Beroperasi Kembali, Ini Kata Bupati
 
Dikatakannya, padahal Oktober 2016 lalu, Pemkab Berau melalui Pemerintah Kecamatan Teluk Bayur, sudah menutup tempat tersebut. Tetapi dari pihak Satpol PP sendiri akan tetap melakukan pengawasan.
 
“Di setiap kecamatan kita juga memiliki personel untuk melakukan pengecekan, selain itu tak hanya dari Satpol PP saja, dari masyarakat, ataupun pihak kecamatan pun juga perlu berperan aktif,” ungkapnya.
 
Tetapi saat diketahui fakta bahwa Polres Berau telah berhasil menyita ratusan botol Minuman Keras (Miras), Satpol PP juga akan melakukan beberapa langkah, agar usaha semacam itu tidak lagi beroperasi.
 
“Satu-satunya jalan agar SITU tersebut tidak lagi disalahgunakan, ya terpaksa dicabut dan ijin operasionalnya pun juga ikut dicabut, dan yang bisa mencabut ijin tersebut adalah dinas terkait,” tambahnya.
 
Satpol PP pun juga telah berkoordinasi dengan pihak Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP), dan kemungkinan besar tempat usaha tersebut akan dicabut ijinnya, karena telah menyalahgunakan SITU.
 
“Persyaratan ketentuan SITU tersebut antara lain adalah tidak boleh menjual miras, tetapi kenyataannya praktek penjualan miras masih dilakukan, maka kemungkinan besar tempat usaha tersebut akan dicabut ijinnya,” tutup Ismail.(bnc)
 
Wartawan: Miko Gusti Nanda/Editor: Rita Amelia