Pelaku Usaha Mikro di Berau Terlalu Sedikit Lho?

 

TANJUNG REDEB – Jumlah pelaku usaha mikro merupakan salah satu indikator kinerja Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) menurut Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 18/2016 tentang Perangkat Daerah. Semakin tinggi jumlah pelaku usaha mikro, maka semakin baik kinerja Disperindagkop. Demikian pula sebaliknya, semakin sedikit, maka semakin kurang baik kinerjanya.

Lalu, berapakah jumlah pelaku usaha mikro di Kabupaten Berau? Ditanya seperti itu, Kepala Disperindagkop Berau, M. Syarkawi HAB melalui Kepala Bidang Pengembangan Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah, Abdul Majid mengatakan, di Kabupaten Berau terdapat 422 pelaku usaha mikro yang mengajukan perijinan. Dari jumlah tersebut, 361 telah mendapatkan ijin, 59 ijinnya dalam proses dan 2 pengajuan ijinnya ditolak, lantaran belum lengkap berkasnya.
 
“Itu semua total keselurahan usaha kerakyatan yang tersebar di 13 Kecamatan,” ujarnya kepada beraunews.com, Selasa (22/08/2017).

 

Sesuai dengan data yang telah dirangkum beraunews.com, jumlah pelaku usaha mikro yang telah mendapatkan ijin, tertinggi berada di Kecamatan Batu Putih, yakni 137 pelaku usaha, sedangkan jumlah pelaku usaha mikro terendah berada di Kecamatan Gunung Tabur, yakni 8 pelaku usaha.(lihat grafis)

"Tapi ada 5 Kecamatan yang tidak ada pelaku usaha mikronya, yakni Kelay, Tabalar, Maratua, Segah dan Biatan," jelasnya.
 
Berdasarkan hal tersebut, maka jika dilihat dari indikator kinerja menurut PP Nomor 18/2016, dengan jumlah pelaku usaha mikro sebanyak 361, Disperindagkop Berau memperoleh skor 40 atau dikatagori kurang baik khusus untuk indikator tersebut.(*bnc)

Wartawan: Rama Sihotang/Editor: Rita Amelia