Satpol PP Temukan Banyak Pedagang Sewakan Lahannya Tanpa Izin

 

TANJUNG REDEB – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Berau menggelar pendataan para Pedagang Kaki Lima (PKL) sekaligus memberikan surat imbauan menjaga ketertiban serta kebersihan. Dalam kegiatan yang dilaksanakan Rabu (09/08/2017) malam, sekitar pukul 19.00 Wita itu, Satpol PP menemukan PKL yang menyewakan lahannya ke pedagang lain tanpa izin.

Padahal, lahan di sepanjang Jalan Ahmad Yani tersebut milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau, dimana seharusnya PKL yang mau mengambil alih harus izin ke pemilik lahan, apalagi belum jelas juga kemana larinya uang sewa tersebut.
 
Dikonfirmasi terkait hal tersebut, Kepala Satpol PP Berau, Ahmad Ismail mengatakan, seharusnya untuk pemakaian lahan tersebut, PKL haruslah meminta izin terlebih dahulu kepada si empunya lahan, dalam hal ini Pemkab Berau. Setelah itu, barulah dibicarakan bagaimana sistematika pembayaran pajaknya, agar ke depannya tidak ada pihak yang dirugikan.
 
“Kami juga sudah menerima laporan menganai banyaknya pedagang (PKL-red) yang menyewakan lapaknya ke orang lain, bahkan sampai tahunan. Masalah itu juga sudah kami bicarakan ke Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Berau untuk mengatur lagi pungutan pajaknya,” ungkapnya kepada beraunews.com, Kamis (10/08/2017).

 

Sesuai dengan Perda Berau Nomor 5/2004 tentang penertiban dan Pembinaan Pedagang Kaki Lima, pada Bab III yang mengatur segala sesuatu mengenai larangan bagi PKL, dimana pada poin F secara tegas melarang PKL untuk memindahtangankan (menyewakan) kepada oang lain, tanpa sepengetahuan dan seizin Kepala Daerah selaku pengambil kebijakan.
 
Ismail menambahkan, mengenai sanksi, pihaknya akan mencoba untuk berkoordinasi dengan paguyuban PKL yang berada di lokasi itu (Tepian). Oleh sebab itu masih banyak yang harus dibicarakan dengan semua pihak yang berwenang untuk penggelolaan lahan tersebut.
 
“Sementara ini kami berikan pemahaman saja ke pedagang,” tutupnya.(bnc)
 
Wartawan: Rama Sihotang/Editor: Rita Amelia