Forum CSR Berau Dikukuhkan

 

TANJUNG REDEB - Bupati Berau Muharram melantik pengurus Forum Corporate Social Responsibility(CSR) atau Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Kabupaten Berau, di ruang rapat Sangalaki Setkab Berau, Kamis (10/08/2017) siang.

Pembentukan Forum CSR sesuai dengan surat keputusan Bupati Berau Nomor 477/2017, yang terdiri dari unsur pemerintah maupun unsur perusahaan swasta yang beroperasi di wilayah Kabupaten Berau.

Forum CSR dipimpin M Gazali, sebagai Ketua Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan (Bapelitbang) Kabupaten Berau. Selain pelantikan Forum CSR, Bupati Muharram bersama perwakilan perusahaan melakukan penandatangannya Memorandum of Understanding (MoU) tentang penerimaan tenaga kerja di Kabupaten Berau.

Dalam tugasnya, Forum CSR memiliki peran mengidentifikasi masalah dan potensi sumber daya yang berada dalam lingkup CSR. Mendorong serta memfasilitasi pelaksanaan musyawarah perencanaan program CSR yang partisipatif. Mempersiapkan dan menyelenggarakan rapat koordinasi Forum CSR. Melakukan koordinasi dan singkronisasi program CSR pada musrenbang Kabupaten Berau. Menyampaikan rapat-rapat Forum CSR kepada Pemkab Berau. Mempublikasikan hasil musyawarah perencanaan program CSR kepada publik. Selama pelaksanaan program berlangsung CSR dapat melakukan kunjungan dan supervisi ke lokasi atau objek pelaksanaan proyek CSR. Forum CSR mempunyai peran dan fungsi dalam bentuk konsultasi, fasilitasi dan mediasi. Forum CSR dapat melakukan monitoring pelaksanaan program CSR, mengaveluasi manfaat dan dampak pelaksanaan program, serta diseminasi monitoring dan evaluasi program CSR. Mengajukan rekomendasi atau perbaikan atas pelaksanaan program CSR.

Bupati Muharram dalam arahannya mengungkapkan, dalam kondisi yang defisit anggaran saat ini mengharuskan pemerintah berpikir serius bagaimana agar ada tambahan anggaran yang sekaligus menghimpun potensi yang dimiliki daerah ini. Selama ini diakuinya, telah ada program yang berjalan namun belum berjalan dengan optimal. Sehingga melalui Forum CSR diharapkan dapat semakin mensinergikan antara program perusahaan melalui CSR dengan program pemerintah daerah.

“Jangan dianggap kami menghimpun dana CSR ini memberatkan perusahaan, justru dengan pola ini, perusahaan terlindungi karena penyaluran CSR dapat ditetapkan terprogram dengan rapi dan melalui forum sehingga akan lebih tepat sasaran,” ungkapnya.

Melalui forum ini, program yang dilaksanakan melalui CSR akan dilaksanakan dengan terukur. Walaupun pengelolaan anggaran tidak melalui forum, namun dalam pelaksanaan, potensi setiap perusahaan terlaporkan dan pelaksanaannya juga dibawah kontrol Forum CSR. Potensi yang ada dari setiap perusahaan ini dan terhimpun melalui satu pintu, disampaikan Muharram, akan cukup besar peran perusahaan dalam membantu pemerintah dan khususnya masyarakat Kabupaten Berau, mulai dari program infrastruktur, sektor pendidikan hingga kesehatan dan menggerakkan ekonomi masyarakat.

"Kita jadikan Kepala Bapelitbang sebagai Ketua (Forum CSR-red), sehingga nantinya bisa mensinergikan dengan program pemerintah daerah, sehingga tidak ada tumpang tindih dan bisa saling mengisi dalam pembangunan daerah,” jelasnya.

Dengan peran Forum CSR, disampaikan Muharram, akan sangat membantu perusahaan dalam mengimplementasikan dana CSR kepada masyarakat setiap tahunnya. Dimana besaran yang harus direalisasikan terukur dan implementasi program dan kegiatan lebih tepat sasaran dan sangat terasa bagi masyarakat pemanfaatannya, serta dampaknya terhadap pembangunan di Kabupaten Berau.(bnc)

Wartawan: M.S. Zuhrie/Editor: Rita Amelia