Jika 2018 Defisit Lagi, Ini Rencana Bupati Terkait ADK

 

TANJUNG REDEB – Diprediksi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Berau Tahun 2018 akan mengalami penurunan kembali atau defisit. Jika hal tersebut terjadi, otomatis akan kembali berdampak pada prgram Bupati dan Wakil Bupati, yakni membangun dari pinggir melalui Alokasi Dana Kampung (ADK) dengan besaran antara Rp2 Miliar hingga Rp5 Miliar.

Bupati Berau Muharram mengatakan, meski terjadi keterbatasan anggaran, namun secara umum program yang sudah dilaksanakan akan tetap dievaluasi. Seperti halnya terkait pengelolaan yang menurut Pemkab kurang baik, maka ADK bakal diefisiensikan.
 
"Nanti akan kami rumuskan lagi. Tetapi hampir sama dengan rencana semula atau bisa jadi tidak, namun yang namanya berpihak kepada pembangunan kampung itu tetap. Meski nantinya akan dilakukan penyiasatan agar lebih efektif," ungkapnya kepada beraunews.com, Kamis (10/08/2017).
 
Terkait kucuran ADK yang besar bagi setiap kampung, nantinya akan dievaluasi. Pemkab akan melihat kampung mana yang benar-benar memanfaatkan ADK secara efektif dan berhasil membangun kampung.
 
"Kampung mana yang tidak efektif dan tidak komitmen menjalankan program dengan baik, maka akan dievaluasi,” tambahnya.
 
Muharram menambahkan, laporan pertanggungjawaban yang kerap terlambat, bisa menjadi indikator evaluasi terhadap kampung nantinya. Selain itu pula, permasalahan yang ada seperti mark up anggaran dan lain sebagainya, juga bisa menjadi indikator.
 
“Yang kita hindari adalah mengucurkan dana besar tapi tidak efektif untuk kesejahteraan masyarakat,” bebernya.
 
Bisa jadi, ke depannya komitmen akan tetap dilakukan, tapi boleh jadi ada evaluasi terkait pelaksanaan ADK di kampung kalau itu memang efektif dan positif.(bnc)
 
Wartawan: Dedy Warseto/Editor: Rita Amelia