Inovasi Teknologi Pertanian Guna Capai Produktivitas Maksimal

 

TANJUNG REDEB – Guna mencapai produktivitas maksimal dan pemanfaatan lahan, baik lahan basah maupun lahan kering, Selasa (08/08/2017), Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Berau menggelar workshop demonstrasi plot tanaman pangan berbasis inovasi teknologi, yang dibuka oleh Bupati Berau, Muharram.

Berdasarkan tata ruang luas lahan, Berau memiliki lahan basah dengan luas kurang lebih 28 ribu hektar, sedangkan lahan keringnya sekitar 58 ribu hektar.
 
"Lahan masih luas, tetapi yang dimanfaatkan masih minim. Untuk lahan basah baru 19 persen dari total luasan, sedangkan lahan keringnya baru 36 persen yang dimanfaatkan," ucap Kepala Distanak Berau, Suparno Kasim dalam sambutannya.
 
Dalam mendorong program upaya khusus (upsus) peningkatan produksi padi jagung dan kedelai (pajale), ada target tersendiri dalam menjalankan program tersebut. Untuk padi sawah di target seluas 13 ribu hektar, kedelai kurang lebih 1.800 hektar, dan yang menjadi target tertinggi di Kaltim, yakni jagung dengan kurang lebih 7 ribu hektar. Selain pajele, Berau juga ditarget mengembangkan bawang merah dengan luas tanam 82 hektar.
 
"Meskipun bawang merah realisasinya saat ini masih kecil, tetapi dengan dukungan bantuan benih dari pemerintah pusat, target tersebut akan terpenuhi," tambahnya.
 
Budidaya padi, dikatakan Suparno Kasim, kendalanya masih klasik, yakni sarana prasarana produksi yang terbatas, dan kemampuan keterampilan petani yang juga masih terbatas. Sehingga, dengan adanya workshop yang digelar, diharapkan mampu meningkatkan produktivitas.
 
Sementara Bupati Berau berharap workshop yang diadakan dapat diaplikasikan secara berkesinambungan, sehingga dapat langsung ditindaklanjuti kepada petani. Terlebih, Berau sebagai daerah agraris, kata dia, harus memanfaatkan teknologi guna mengembangkan lahan pertanian.
 
Pertanian dan peternakan khususnya di Berau sendiri, diakui Muharram masih dianggap level bawah. Padahal potensi untuk sektor pertanian sangat menjanjikan. Maka, dengan penggunaan teknologi yang tepat, akan meningkatkan SDM yang ada, sehingga pemanfaatan lahan juga akan maksimal.
 
Sentuhan teknologi untuk para petani juga akan meningkatkan kesejahteraan mereka. Karena target dari program yang dilaksanakan adalah membuat masyarakat senang dan bahagia.
 
"Dengan begitu, generasi muda Berau juga akan merasa kalau pertanian adalah potensi menjanjikan bagi masa depannya. Dan dengan adanya workshop gelaran Distanak ini, diharapkan bisa memberikan dampak kemajuan sektor pertanian, dimana nantinya ada percontohan kelompok tani sesuai komoditi yang dibudidayakan, sehingga nantinya juga akan ada pendampingan yang bisa ditiru petani lain. Jadi tidak perlu lahan milik dinas, tetapi lahan milik masyarakat yang dibina dan bisa menjadi contoh petani lainnya," ucapnya.(bnc)
 
Wartawan: M.S Zuhrie/Editor: Rita Amelia