Bimtek Kependudukan Digelar, Dirjen Dukcapil Berharap Berau Wujudkan Pelayanan Kependudukan Terintegrasi

 

TANJUNG REDEB – Bertempat di Ballroom Hotel Derawan Indah, Tanjung Redeb, Selasa (01/08/2017), pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) pembersihan database kependudukan, pemanfaatan NIK, data kependudukan dan E-KTP se-Kaltim, digelar. Untuk pelaksanaan Bimtek kali ini, Kabupaten Berau menjadi tuan rumah pelaksana.

Bimtek tersebut dihadiri oleh Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri, Zudan Arif Fakrulloh, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setprov Kaltim, Meiliana yang mewakili Gubernur Kaltim, dan Bupati Berau Muharram, serta diikuti seluruh kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil se-Kalimantan Timur.

Bupati Berau, Muharram, dalam kesempatan itu menyambut baik pelaksanaan bimtek di bidang kependudukan yang dilaksanakan di Berau. Terlebih bimtek ini dihadiri langsung Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Muharram mengatakan, melalui bimtek ini semakin mendukung pengelolaan data kependudukan, termasuk data yang terus terupdate, guna mendukung kebijakan dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Semoga dengan update data yang dilakukan ini, bisa menjadi dasar dalam mengambil kebijakan untuk mewujudkan masyarakat sejahtera,” ungkapnya.

Namun, dalam upaya pembenahan pendataan penduduk, disampaikan Muharram, batas wilayah juga menjadi bagian penting yang harus lebih dulu dituntaskan. Bupati menyampaikan, jika di Kabupaten Berau masih ada batas dengan kabupaten tetangga yang belum selesai.

Begitu juga dengan batas kampung yang saat ini terus diupayakan Pemkab Berau untuk dapat segera diselesaikan. Pemkab Berau telah menargetkan di tahun 2017 ini, batas kampung selesai, namun dengan penurunan anggaran penyelesaian batas kampung juga menjadi terhambat.

“Batas wilayah ini juga yang penting untuk memperjelas dalam mendukung pendataan kependudukan,” tegasnya.

Asisten I Setprov Kaltim, Meiliana mengungkapkan, melalui bimtek ini diharapkan mendukung penyediaan data dan informasi kependudukan yang lengkap dan akurat. Sehingga memudahkan dalam perencanaan dan mengambil keputusan dalam merumuskan kebijakan dan menyusun program pembangunan yang berwawasan kependudukan.

“Salah satu yang paling penting adalah data kependudukan. Oleh karena itu data kependudukan di setiap tingkatan administrasi pemerintahan adalah faktor kunci keberhasilan program pembangunan maupun penyelenggaraan pemerintahan,” ungkapnya.

Sementara Dirjen Dukcapil, Zudan Arif Fakrulloh yang menjadi narasumber dalam bimtek tersebut menekankan pentingnya pengelolaan database kependudukan dengan baik.

Setelah Bimtek ini, diharapkan tata kelola pemerintahan melalui pelayanan administrasi kependudukan bisa lebih baik, dengan penerapan teknologi serta peningkatan kinerja bagi aparatur, dalam pelayanan administrasi kependudukan kepada masyarakat.

Data kependudukan yang dikelola melalui Disdukcapil sejak 2014 lalu disampaikannya telah digunakan dalam berbagai program yang diwujudkan pemerintah, seperti program kemiskinan, maupun pelayanan publik dan tata kelola keuangan. Berbagai lembaga telah bekerjasama dalam pemanfaatan data kependudukan.

“Menteri Keuangan setiap tahun meminta data ke Dirjen Dukcapil dalam merumuskan dana desa,” ungkapnya.

Zudan Arif Fakrulloh juga mengajak seluruh aparatur Disdukcapil di daerah untuk terus melakukan pembenahan dalam upaya peningkatan pelayanan. Mewujudkan pelayanan kependudukan yang terintegrasi menurutnya penting untuk diwujudkan.

Ia mencontohkan dalam program pengurusan akta kematian yang bisa diproses cepat dengan kerjasama ke rumah sakit. Ketika mendapatkan akta kematian, maka dapat langsung menerima perubahan kartu keluarga maupun perubahan kartu tanda penduduk. Begitu juga dengan pelayanan penerbitan akta kelahiran.

“Ini yang bisa kita lakukan dengan mewujudkan pelayanan yang terintegrasi,” tandasnya.(bnc)

Wartawan: M. S Zuhrie/Editor: Rita Amelia