Selama Mudik Lebaran, Peserta BPJS Bisa Langsung Rujuk ke RS

TANJUNG REDEB – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan memberikan kebijakan khusus bagi peserta pemegang kartu BPJS jelang Idul Fitri kali ini. Mulai 29 Juni hingga 13 Juli 2016 mendatang, pasien sakit dapat langsung merujuk ke IGD/UGD Rumah Sakit (RS).

“Jadi kami harapkan bagi pemudik yang juga peserta BPJS jika di dalam perjalanan mengalami kondisi kesehatan yang terganggu dan kondisi-kondisi yang sifatnya emergency itu bisa langsung berobat ke rumah sakit, baik rumah sakit pemerintah maupun rumah sakit swasta yang bekerja sama (dengan BPJS),” ungkap Kepala Operasional BPJS Kesehatan Cabang Berau, Johansyah saat ditemui beraunews.com di ruang kerjanya, Jum’at (1/7/2016).

Selain itu dijelaskan, pasien bisa langsung ke rumah sakit walaupun kasusnya bukan kasus gawat darurat.

“Selama satu minggu sebelum lebaran sampai seminggu sesudahnya (29 Juni sampai 13 Juli), kami bekerja sama (dengan manajemen RS). Jadi baik yang emergency maupun non emergecy. Prosedurnya hanya tunjukkan kartu. Karena itu kami juga imbau kartunya selalu dibawa terus dan aktif kartunya,” tambahnya.

Terkait kerjasama antara manajemen BPJS dengan RSUD dr. Abdul Rivai, Johan menjelaskan, pihaknya telah membuat dan menandatangani komitmen pelayanan khusus dalam seminggu pra dan pasca lebaran tersebut dan komitmen itu pun ditandatangani langsung dr. Nurmin Baso selaku Direktur RSUD dr. Abdul Rivai.

“Kalau kami sudah komitmen dalam pelayanan selama seminggu sebelum dan sesudah lebaran. Jadi kemarin kami sudah tandatangan komitmen pelayanan antara BPJS Kesehatan dengan pihak manajemen rumah sakit,” jelasnya.

Sementara itu, Humas RSUD dr. Abdul Rivai, dr. Erva Angriana menyatakan kesiapan pihaknya melayani pasien di masa libur lebaran ini.

“Kami mendukung sepenuhnya program ini. Yang penting juga hak pasien disampaikan memang sebelumnya sehingga pasien tidak menyalahkan perawat atau pihak rumah sakit dalam hal pelayanan, misalnya dia kelas berapa maka kalau mau menggunakan pelayanan yang lebih tinggi tentu ada biaya yang harus dikeluarkan lebih dan itu boleh-boleh saja,” tutupnya.(sai)