Alat Hyperbaric Tak Difungsikan, Wabup Minta Dinas Kirim Orang untuk Pelatihan

 

TANJUNG REDEB – Hampir 1 tahun Berau memiliki alat terapi pengobatan menggabungkan oksigen murni dan tekanan udara 1,3-6 atmosfer (ata) di dalam Ruang Udara Bertekanan Tinggi (RUBT) atau biasa disebut Hyperbaric Chamber, dimana alat tersebut disimpan di Puskesmas Tanjung Batu.

Namun sayang, alat tersebut seolah tak beroperasi, lantaran tak adanya petugas yang mengoperasikannya. Padahal alat tersebut dinilai merupakan salah satu pendukung pariwisata di Kabupaten Berau.

Wakil Bupati Berau, Agus Tantomo mengatakan, beberapa waktu lalu pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Berau terkait nasib alat tersebut. Pihaknya menginginkan alat tersebut bisa dioperasikan kembali sebagaimana fungsinya.

"Informasi yang saya dapat dari dinas, jika dulu ada petugas atau operatornya. Namun, operatornya sudah tidak lagi di sana atau sudah kembali, sehingga tidak ada yang mengoperasikan lagi," ungkapnya kepada beraunews.com, Selasa (25/07/2017).

Dikatakannya, operator sebelumnya sempat memberi pelatihan kepada beberapa petugas yang ada di puskesmas tersebut. Bahkan, menurut informasi ada yang bisa mengoperasikan, namun belum dilengkapi dengan sertifikat penggunaan atau pengoperasian alat tersebut.

"Kalau petugas yang lama itu memang disediakan bersamaan dengan alat itu, tapi sepertinya ada kontrak dengan durasi beberapa bulan, sehingga setelah kontrak habis, petugasnya kembali," bebernya.

Wabup menambahkan, pihaknya juga sudah memerintahkan Dinkes untuk mengirimkan orang atau petugas guna mengikuti pelatihan pengoperasian alat tersebut. Sehingga alat yang harganya cukup mahal tersebut bisa digunakan kembali.

"Beberapa hari lalu sudah saya minta dinas untuk kirim orang, sayang kan alatnya kalau tidak difungsikan, itu alat mahal," kata dia.

Wabup melanjutkan, alat tersebut merupakan salah satu pendukung pariwisata. Seperti yang pernah dikatakannya, kalau mau pariwisata Berau masuk dan wisatawan banyak berkunjung, maka harus dilengkapi fasilitasnya.

"Sudah pernah saya sampaikan, kalau mau wisata kita maju, lengkapi fasilitasnya. Itu juga salah satu fasilitas penting untuk mendukung pariwisata, jadi jangan sampai tak difungsikan," pungkasnya.(bnc)

Wartawan: Dedy Warseto/Editor: Rita Amelia