5 Perusahaan Proper Merah, Wabup Akan Sikapi Serius

 

TANJUNG REDEB – Wakil Bupati Berau, Agus Tantomo prihatin dengan lima perusahaan yang memegang proper merah terkait pengelolaan lingkungan hidup tahun 2016-2017 yang ditetapkan melalui SK Gubernur Kaltim. Lima perusahaan tersebut diketahui merupakan 4 perusahaan pertambangan, yakni PT Berau Bara Abadi, PT Berau Usaha Mandiri, PT Hamparan Anugrah Abadi, dan PT Supra Bara Energi, sedangkan 1 lagi, yakni RSUD Abdul Rivai.

“Apa yang membuat mereka mendapat proper merah itu harus dikoordinasikan lagi, dan diperbaiki agar tidak seperti itu lagi," ungkapnya kepada beraunews.com, Senin (17/07/2017).

Berdasarkan evaluasi awal, diketahui 4 perusahaan ini ternyata belum berproduksi. Lantaran belum menghasilkan, perusahaan dimaksud belum menyampaikan laporan apapun terkait objek-objek yang menjadi dasar penilaian, sehingga muncul asumsi predikat merah yang disematkan.

“Karena belum berproduksi, saya kira masih bisa ditolerir. Karena mereka juga belum menghasilkan apa-apa, dan itu yang menjadikan perusahaan mendapat proper merah," lanjutnya.

Karena belum beroperasi, pihaknya tidak terlalu khawatir dengan pencemaran lingkungan. Namun, jika ke depannya perusahan tersebut sudah aktif beroperasi, maka lain halnya, dan perusahan wajib menjaga lingkungan.

“Kita akan tegas, dan itu pasti. Kalau mereka sudah produksi artinya sebuah peringatan bagi daerah dan kami pemerintah akan proaktif,” tegasnya.

Selain itu, Wabup berjanji akan mengevaluasi kembali dan memberikan penekanan khusus untuk pembenahan dan perbaikan bagi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSUD Abdul Rivai, mengingat RSUD tersebut sebagai rumah sakit plat merah.

“RSUD harus kita sikapi serius,” pungkasnya.(bnc)

Wartawan: Dedy Warseto/Editor: Rita Amelia