Tarif Mess Berau di Samarinda Alami Perubahan

 

SAMARINDA – Sejak Senin (03/07/2017), tarif penginapan mess Berau yang terletak di Jalan P. Hidayatullah (Samping Hotel Aston dan Mall SCP), Samarinda mengalami kenaikan. Kenaikan tarif ini dilakukan setelah email salinan Peraturan Daerah (Perda) Berau melalui staf Bapenda Berau, diterima.

Keberadaan mess Berau di Ibukota Provinsi Kalimantan Timur itu, selama ini memang menjadi tujuan bagi warga Berau yang melakukan kunjungan keraj dan hal lainnya ke Samarinda. Tetapi, seperti diketahui, keberadaan mess Berau tersebut bukan hanya sebagai kantor penghubung bagi Pemkab Berau, melainkan juga menyediakan fasilitas penginapan. Bahkan, keberadaan mess ini juga merupakan salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), lewat retribusi yang ditetapkan.

"Kami baru menerima salinan Perdanya via email pada Senin sore, seminggu yang lalu, dan pada hari yang sama juga kami langsung menerapkan tarif barunya, karena menurut kami tidak ada alasan menundanya, apalagi Perda tersebut juga dikeluarkan tertanggal 22 Juni 2017. Mudahan dengan tarif baru ini bisa membantu menambah PAD Kabupaten Berau," terang Kepala Perwakilan Mess Berau di Samarinda, Arie Ramaliansyah, kepada beraunews.com, Senin (10/07/2017).

 

Kenaikan tarifnya pun dinilai masih wajar. Dari harga kamar yang sebelumnya Rp50 ribu menjadi Rp100 ribu, Rp80 ribu menjadi Rp125 ribu. Untuk kamar di mess 1 yang berjumlah 18 kamar, yang semula bertarif Rp100 ribu menjadi Rp150 ribu, kamar di mess 2 dan 3 yang total keseluruhan berjumlah 22 kamar, yang semula bertarif Rp100 ribu menjadi Rp175 ribu, dan kamar mess 2 yang awalnya Rp125 ribu menjadi Rp200 ribu. Sedangkan bangunan yang masih satu bangunan dengan mess 2 yakni eks asrama putri, harganya menjadi Rp250 ribu.

"Untuk kenaikan tarifnya masih wajar, bisa mengurangi beban subsidi Pemda Berau, apalagi mengingat mess ini juga letaknya strategis, berada di tengah Kota Samarinda, sehingga sangat membantu masyarakat Berau juga untuk berobat dan keperluan lainnya," tambahnya.

 

Tarif lama yang berjalan sejak 6 tahun lalu, berdasarkan Perda Nomor 2/2011, sedangkan untuk tarif baru yang berlaku sejak bulan ini (Juli-red) berdasarkan Perda Nomor 4/2017.

"Saya rasa layaklah Pemkab Berau menaikan tarif yang lama, mengingat kondisi keuangan kita lagi terpuruk begini. Akan tetapi fungsi sosialnya masih ada di mess Pemkab Berau ini. Satu sisi mencari profit, dan sisi yang lain juga sosial," tutupnya.(bnc)