Ada Perusahaan Nakal di Batu Putih

BATU PUTIH – Karyawan salah satu perusahaan sub kontraktor di Kampung Tembudan, Kecamatan Batu Putih, mengeluhkan kemungkinan tak adanya Tunjangan Hari Raya (THR) dari perusahaannya bekerja. Bahkan, sejak November tahun lalu, dirinya tak penah menerima gaji.

Padahal, ditengah tingginya kebutuhan untuk persiapan menyambut hari raya Idul Fitri, mereka sangat membutuhkan sekali tunjangan tersebut untuk keluarga dan kebutuhan hidup lainnya. Seorang warga mengatakan, bahkan ada rekannya yang sudah beli tiket  mudik lantaran berasal dari luar Berau. Disamping uang THR yang sepertinya jauh dari genggaman, gaji bulanan yang seharusnya menjadi hak nyata mereka, juga kabarnya tak jelas kapan akan diberikan.

Ji, salah seorang warga Tembudan yang identitasnya minta dirahasiakan mengaku, selama bekerja di perusahaan tersebut dirinya belum sekali pun mendapatkan gaji. Hanya, dari pihak perusahaan memberikan pinjaman setiap bulan.

"Padahal perjanjiannya itu, tiap tiga bulan gaji keluar. Ini sudah mulai bulan November tahun kemarin, gaji tidak ada. Mereka hanya kasih kita pinjaman sebesar Rp2 juta tiap bulan," jelasnya kepada beraunews.com.

Terakhir Ji mengatakan, perusahaan memberikan pinjaman kepadanya pada Senin (27/06/2016) lalu. Saat menerima pinjaman tersebut, dirinya menanyakan terkait THR. Karena menurutnya, karyawan yang sudah bekerja lebih tiga bulan berhak mendapatkan THR, apalagi yang sudah bekerja lebih setahun.

"Saya tanya sama manajemennya langsung, mereka bilang untuk THR sepertinya tidak ada. Kalau untuk gaji akan diusahakan perusahaan. Bahasa ini yang bikin kita tidak mengerti. Mana lebaran sudah dekat, utang juga banyak," bebernya lagi.

Tidak hanya dirinya yang mengeluhkan sistem manajemen perusahaan tempat ia bekerja. Rekan-rekannya sesama pekerja di perusahaan tersebut juga bernasib sama.

"Teman saya disana juga mengeluh. Bagaimana mau mudik kalau uang tidak ada," ungkapnya.

Ketika ditanya, mengapa tidak menempuh upaya hukum untuk meminta hak sebagai karyawan. Dikatakan Ji, sebenarnya mereka ingin melaporkan hal tersebut akan tetapi tidak tahu jalur ke mana harus lapor.

"Kita mau menuntut langsung ke perusahaan tapi takut dipecat. Mau lapor sama siapa, pernah kita lapor sama SBSI tapi tidak digubris juga, karena dianggap kami tidak bayar iuran," jelasnya.

Selain itu, di lain perusahaan namun masih berlokasi di Batu Putih, ada sejumlah karyawan yang menerima THR namun tidak utuh. Padahal mereka sudah bekerja selama setahun.

"Alasan perusahaan membayar THR tidak penuh itu karena perusahaan menghitung libur karyawan. Meskipun libur itu statusnya izin," ungkap Hi yang juga identitasnya dirahasiakan.

Tidak hanya itu saja, slip gaji yang seharusnya diberikan kepada setiap karyawan saat gajian, juga sudah tidak diberlakukan lagi. Kondisi itu membuat karyawan di perusahaan semakin bingung. Padahal menurutnya, hal itu tidak sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 75/2015.

"Sudah dua bulan ini slip gaji tidak ada. Padahal, itu kan sudah jelas diatur bahwa perusahaan wajib memberikan rincian upah, agar karyawan dapat tahu besar pemotongan ini dan itu dari perusahaan. Apalagi sekarang pas THR kemarin masuk di rekening, kita tidak tahu itu gaji atau THR. Belum lagi ada karyawan yang ke Puskesmas Batu Putih berobat, malah BPJS nya tidak berlaku. Lantas buat apa ada pemotongan-pemotongan gaji itu," ujarnya.

Sementara itu Kepala Kampung Tembudan, Nooriman mengaku, secara resmi memang belum ada laporan terkait hal itu. Hanya, salah seorang warganya yang menjadi karyawan di salah satu perusahaan sempat bercerita terkait masalah yang dialaminya di perusahaan tempat ia bekerja.

"Ada beberapa hari lalu dia cerita. Tapi kalau THR dan gajinya tidak dibayar sampai saat ini kita belum tahu," ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada masing-masing pihak perusahaan dapat dikonfirmasi beraunews.com.

Sebelumnya, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Berau mengaku telah melayangkan surat pemberitahuan kepada seluruh perusahaan terkait kewajiban memberikan THR. Bahkan, Disnakertrans sudah turun lapangan untuk memastikan jika THR dari perusahaan kepada karyawan sudah terealisasi H-7 lebaran atau pada tanggal 29 Juni 2016.(hir)