Hasil Tes Urine BNK, Pegawai Beberapa SKPD dan PDAM Positif Narkoba

 

TANJUNG REDEB – Di tahun 2016 lalu, Badan Narkotika Kabupaten (BNK) menggelar tes urine di seluruh SKPD dan juga perusahaan daerah (Perusda). Hasilnya, terdapat beberapa oknum pegawai yang positif menggunakan narkoba baik di lingkup SKPD maupun Perusda.

Kepala BNK Berau, Agus Tantomo mengatakan ada sejumlah karyawan yang positif narkotika seperti di Sekretariat Daerah, Disperindangkop, Satpol PP, Dinas Kebersihan, Dinas Perijinan Terpadu, dan Kantor Kecamatan Talisayan. Sementara Perusda sendiri merupakan karyawan PDAM.

"Yang jelas ada beberapa orang yang positif dan kita tidak bisa sebutkan namanya. Yang jelas sudah ditangani dan jelas sanksi yang akan diberikan kepada mereka. Sementara itu untuk yang Perusda, kita serahkan kepada direkturnya untuk mengambil tindakan," ungkapnya saat ditemui beraunews.com di kediamannya, Jumat (07/07/2017).

Dikatakannya, untuk tahun 2017 sendiri BNK kembali menggelar tes urine untuk para guru baik PNS honorer maupun PTT. Sejauh ini hasil dari tes urine sendiri masih negatif atau tidak ada indikasi penggunaan narkotika. Namun, beberapa guru masih ada yang sempat mangkir atau tidak mengikuti tes.

"Untuk yang guru tidak ikut tes urine kemarin, jadi kami lakukan tes urine tahap dua. Jadi mereka kita surati untuk ikut tes urine, jika tidak maka ada sanksi seperti penundaan gaji hingga pangkat," bebernya.

Sementara itu, Direktur PDAM Tirta Segah, Adief Mulyadi mengakui jika ada karyawannya yang positif menggunakan narkotika dari hasil pemeriksaan BNK. Saat ini pihaknya sudah meminta oknum yang positif tersebut untuk direhabilitasi dan terapi.

"Saya minta mereka diterapi selama 3 bulan, dan biaya terapi mereka pun menggunakan gaji mereka. Tapi, 3 bulan saya rasa tidak cukup, jadi saya tambah 3 bulan lagi. Khawatir setelah 3 bulan pertama nanti mereka menggunakan lagi," terangnya.

Untuk mengantisipasi hal serupa terjadi lagi, Adief juga akan berkoordinasi dengan BNK untuk kembali melakukan tes urine di waktu yang tidak ditentukan. Sehingga ini juga menjadi warning untuk karyawan lain agar tidak bermain-main dengan narkoba.

"Ini warning buat yang lain, jadi ke depan saya akan lakukan tes urine lagi dengan waktu yang tidak ditentukan. Saya harap juga karyawan paham dan jangan bermain-main dengan narkoba," pungkasnya.(bnc)

Wartawan: Dedy Warseto/Editor: R. Amelia