Bukber Bersama Tim Sukses, Muharram Ingin Perbaiki Birokrasi Terkait Proyek Pemerintah

 

TANJUNG REDEB – Memanfaatkan momentum bulan suci Ramadan 1438 Hijriah untuk kembali bercengkrama dengan tim sukses dan pendukungnya pada Pilkada 2015 lalu, Rabu (21/06/2017) sore, Bupati Berau, Muharram menggelar buka bersama di kediamannya, Jalan APT Pranoto. Upaya menjalin silaturahmi dengan tim sukses dan pendukung dirinya ketika maju sebagai peserta pesta demokrasi 2015 lalu ,memang sudah sering dilakukan Bupati Muharram bersama wakilnya, Agus Tantomo. Akan tetapi, dengan mengambil momen puasa seperti ini, jalinan itu diharapkan bisa lebih erat.

Dalam sambutannya, Muharram menyampaikan permohonan maaf, sebab baru dapat melaksanakan kegiatan bukber, yang turut mengundang para tim sukses dan pendukungnya tersebut. Pasalnya, dirinya selaku Bupati Berau juga memiliki kesibukan yang cukup banyak selama bulan Ramadan kali ini.

“Mudah-mudahan nanti kita bikin acara-acara yang lebih pas waktunya, momentumnya lebih tepat sehingga kehadiran teman-teman semakin bisa maksimal,” ujarnya kepada beraunews.com, Rabu (21/06/2017) sore.

Dikatakannya, kondisi anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Kabupaten Berau yang relatif menurun dratis dari tahun-tahun sebelumnya, harus dapat dipahami masyarakat Berau, khususnya tim sukses maupun para pendukungnya. Sebab, penurunan anggaran ini menyebabkan banyak perencanaan pembangunan yang telah direncanakan Pemkab Berau sebelumnya, terkendala dan tidak dapat direalisasikan di tahun ini.

“Ini perlu juga dimaklumi,” katanya.

Selanjutnya, diungkapkannya, dirinya termasuk tipe orang yang tidak mudah menghalalkan segala sesuatu, yang menurunnya sifatnya bertentangan dengan aturan. Terlebih, yang sifatnya memaksakan kehendak pribadi. Bahkan, sejak Muharram menjadi anggota dewan, dirinya telah terbiasa untuk tidak terlalu banyak melakukan intervensi, yang memang menurutnya berlawanan dengan aturan.

“Mohon dimaklumi kalau saya tidak terlalu gesit untuk hal-hal, yang menurut saya diluar aturan yang ada. Jadi, kalau gara-gara begini teman-teman misalnya merasa kecewa, sekali lagi saya mohon maaf yang sebesar-besarnya karena memang saya ingin nyenyak tidur,” ungkapnya.

“Saya ingin tidak menjadi sesuatu yang bermasalah buat saya karena di kantor kita hari ini, walaupun itu bawahan saya, walaupun itu staf saya, saya belum bisa membaca petanya secara menyeluruh. Mana sesungguhnya yang pendukung sejati, mana yang jadi mata-mata,” sambungnya.

Untuk itu, tegas Muharram, hal itu perlu dipahami. Sebab, ketika dirinya melakukan sesuatu intervensi yang ternyata bertentang undang-undang dan aturan yang berlaku, kemudian diketahui oleh beberapa orang yang tidak mendukung kebijakannya, dirinya tentu bisa saja dilaporkan kepada aparat yang berwenang.

 

Kondisi itu, tambah Muharram, tentu bisa menghentikan karirnya selaku Bupati Berau. Dimana, tim sukses dan pendukungnya bisa saja mendapatkan proyek tersebut, namun dirinya bisa masuk dan bermalam di hotel prodeo.

“Walaupun sebetulnya bisa saya suruh, cuma masalahnya betul kah yang saya suruh ini, satu hati dengan saya. Jadi, tolong dimaklumi kalau hal-hal seperti ini dan saya ingin pemerintahan ini semakin hari semakin baik, semakin lurus, semakin profesional. Kalau saya mengawali dengan cara-cara yang kurang bagus juga, otomatis kan apa bedanya dengan yang lain-lain. Jadi, ini yang perlu dipahami oleh teman-teman semua, karena saya ingin paling tidak melakukan sesuatu yang sifatnya perbaikan-perbaikan,” pungkasnya.(bnc)

Wartawan: Andi Sawega/Editor: R. Amelia