Soal Pemberian THR yang Tidak Sesuai Permenaker 6/2016, Ini Kata Kadisnakertrans

 

TANJUNG REDEB - Terkait persoalan pembayaran tunjangan hari raya (THR) yang dipermasalahkan SBSI 92 kepada PT Sumalindo Alam Lestari (SAL) di Kampung Tembudan Kecamatan Batu Putih, lantaran jumlah THR yang diberikan kepada ratusan karyawan yang diduga bertentangan dengan Permenaker Nomor 6/2016, rupanya belum sampai ke pihak Disnakertrans Berau.

Saat dikonfirmasi beraunews,com melalui sambungan seluler, Sabtu (17/06/2017), Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Berau, Munawar Halil mengaku belum mengetahui persoalan tersebut. Pasalnya, pihaknya masih terfokus pada perusahaan sektor pertambangan dan perkebunan kelapa sawit.

“Kalau itu, kita belum sampai (pengecekan lapangan-red) ke sana. Jadi yang kami kunjungi baru sektor tambang dan perkebunan sawit,” ungkapnya kepada beraunews.com.

Kendati demikian, pihaknya akan melakukan penelusuran ke PT SAL terkait persoalan tersebut, guna memastikan apakah THR tersebut telah sesuai dengan aturan atau tidak.

“Yang jelas, akan kita cari tahu  nanti. Betulkah persoalan itu, dan akan kita konfirmasi ke kantor perwakilannya,” ujarnya.

Sementara ketika ditanya, apakah pemberian THR kepada karyawan yang masih PHL (pekerja harian lepas), namun telah mengabdi selama lebih setahun berbeda dengan karyawan yang telah dikontrak, ia mengatakan, hal itu menjadi kewenangan pihak manajemen perusahaan dimana karyawan tersebut bekerja. Akan tetapi menurut dia, lebih baik pemberian THR tersebut diberikan secara utuh satu bulan upah, atau paling tidak, tidak boleh di bawah standar UMK Berau.

“Termasuk pengupahan juga harapannya tidak boleh di bawah standar UMK. Bahkan ada perusahaan yang memberikan karyawannya di atas UMK. Karena upah minimum sekitar Rp2,65 juta itu kan paling terbawah, tidak boleh di bawah dari upah minimum. Harapannya, jangan ada di bawah lagi,” bebernya.

Terlepas dari itu, pihaknya menyampaikan, beberapa hari terakhir, hampir seluruh perusahaan yang ada di Kabupaten Berau, baik itu sektor pertambangan, maupun sektor perkebunan kelapa sawit, telah melakukan pencairan THR kepada karyawannya. Meskipum masih ada salah satu perusahaan yang masih terkendala pada penyaluran THRnya, lantaran terkendala di pengadministrasian.

“Saat melakukan pengecekan ke lapangan terutama sektor tambang dan perkebunan kelapa sawit, sampai hari ini semua sudah dicairkan. Bahkan, ada yang sudah lama mencairkan THR untuk karyawannya. Cuma, untuk salah satu perusahaan sawit di Segah baru dapat mencairkan THR pada hari Senin mendatang, dikarenakan terkendala pengadministrasian di bank, bukan karena tidak ada uangnya,” terangnya.

Pihaknya juga mengatakan, selain  melakukan pengecekan ke sejumlah perusahaan, pihaknya juga akan melakukan pengecekan THR ke sejumlah hotel yang ada di Kabupaten Berau, khususnya di wilayah Tanjung Redeb.

“Kami akan kembali ke lapangan untuk mengecek ke perhotelan. Karena mereka juga punya karyawan. Sebab, beberapa hari terakhir ini kita utamakan di sektor tambang dan perkebunan, mungkin Senin akan kita lanjut lagi,” tandasnya.  (bnc)

Wartawan: Hendra Irawan/Editor: R. Amelia