Jabatan Dokter Spesialis RS Pratama Tak Ada Peminat

TANJUNG REDEB – Megahnya bangunan RS Pratama, Kecamatan Talisayan sampai kini belum dilengkapi tenaga dokter spesialis. Menurut Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes), Totoh Hermanto, saat ini pihaknya masih kesulitan memperoleh dokter sepesialis yang ditempatkan di rumah sakit baru ini. Sebab, sejak diresmikan tahun lalu hingga saat ini, dokter spesialis kesehatan yang ada di RS Pratama tersebut belum ada peminat. 

Proses penerimaan dokter RS Pratama juga diakui Totoh mendapat bantuan dari Kementerian Kesehatan, namun nyatanya hingga saat ini tak satu pun dokter spesialis kandungan, anak, bedah dan dalam yang mau mendaftarkan diri menjadi dokter spesialis disana.

“Kami memang mengalami kesulitan untuk mendapatkan 4 dokter spesialis untuk RS Pratama Talisayan.  Banyak yang mendaftar, tapi waktu mengetahui lokasi rumah sakit, kebanyakan dari mereka membatalkan diri. Selama hampir satu tahun pendaftaran dibuka secara online, hampir rata- rata mengeluhkan akses yang cukup jauh itu. Makanya sampai sekarang belum ada dokter spesialis disana,” ungkapnya.

Meski tak memiliki dokter spesialis, Totoh memastikan pelayanan RS Kelas D Pratama tersebut  tetap berjakan, namun saat ini  diakui Totoh pelayanan yang diberikan baru sebatas  pelayanan dasar yang  sesuikan dengan fasilitas yang ada.

“Meski kita belum ada dokter spesialis, tapi pelayanan disana tetap berjalan seperti biasa. Hanya saja pelayanannya masih bersifat pelayanan dasar, sesuai dengan fasilitas yang ada disana karena rumah sakit ini melayani 5 kecamatan yang ada di sekitar Talisayan jadi tidak boleh berhenti beroperasi hanya karena tidak ada dokter spesialis,” pungkasnya.

Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 24/2014 tentang Rumah Sakit Kelas D Pratama Pasal 1 Ayat 1 diketahui jika RS Kelas D Pratama merupakan rumah sakit umum yang hanya menyediakan pelayanan perawatan kelas 3 untuk peningkatan akses bagi masyarakat dalam rangka menjamin upaya pelayanan kesehatan perorangan yang memberikan pelayanan rawat inap, rawat  jalan, gawat darurat, serta pelayanan penunjang lainnya.(msz)