Meski Libur Lebaran, PDAM Pastikan Air Tetap Lancar

TANJUNG REDEB – PDAM Tirta Segah kembali lakukan perawatan terhadap seluruh intake dan Instalasi Pengelolahan Air (IPA) yang dikelolanya sejak Selasa (28/6/2016). Salah satunya IPA Raja Alam, yang berada tepat di belakang kantor PDAM Tirta Segah, Jalan Raja Alam, Tanjung Redeb. Langkah itu dilakukan guna menjamin sistem distribusi dan kualitas air bersih berjalan dengan baik menjelang Hari Raya Idul Fitri 1437 Hijriah dan libur panjang pegawai.

Direktur PDAM Tirta Segah, Adief Mulyadi mengatakan, pihaknya telah melakukan beberapa perawatan dan perbaikan khusus pada IPA jelang lebaran dan libur panjang, yakni meliputi pembersihan ringan terhadap bagian-bagian IPA, perawatan ringan sistem perpompaan serta mengecek kesiapan sistem elektrikal atau kelistrikkan dimasing-masing IPA.

“Kami sudah melakukan perawatan IPA, baik 5 unit IPA yang berada di sistem Tanjung Redeb maupun 2 unit IPA di kecamatan untuk menyongsong lebaran tahun ini juga karena libur pegawai cukup panjang, hampir dua mingguan. Sebelumnya, kita juga sudah melakukan perawatan-perawatan khusus, dan dengan perawatan khusus ini, insya Allah kami sudah siap melayani pelanggan selama libur panjang lebaran,” jelasnya didampingi Kepala Sub Bagian Produksi, Asra Samsut.

Terkait stok bahan kimia penjernih air, Adief mengatakan, meski PDAM tak memiliki gudang penyimpanan bahan kimia, namun pihaknya tetap menjamin ketersediaannya. Sebab, pihak pemilik atau distributor kimia juga memiliki gudang tersendiri di Kabupaten Berau.

“Kami telah berkoordinasi dengan pihak distributor, dijamin tidak ada kendala,” ujarnya lagi.

Tak lupa, Adief mengimbau agar pelanggan menutup rapat kran utama yang berada dekat dengan meteran air (water meter) yang terpasang di setiap rumah pelanggan, terlebih saat akan mudik. Hal itu dilakukan guna menghindari membengkaknya tagihan air.

“Bagi pelanggan kami yang mudik, kami sarankan sebelum mudik memastikan kran utama yang ada di depan water meter itu ditutup. Itu salah satu upaya menghindarkan pelanggan dari kerugian,” pintanya.

Himbauan ini disampaikan, katakan Adief, lantaran banyaknya keluhan pelanggan terkait membengkaknya tagihan padahal rumah pelanggan dalam keadaan kosong atau ditinggal pergi. Setelah pihaknya lakukan pengecekan lapangan, diketahui penyebabnya kebocoran pada sambungan dan ada pula kran air setelah water meter yang terbuka.

“Sekali lagi kami imbau, jangan biarkan kran utama terbuka, karena bisa saja terjadi kebocoran karena sesuatu hal setelah ditinggal mudik lebaran, nah kalau kran utama tertutup kan aman tidak tercatat di water meter,” pungkasnya.(sai)