Disnakertrans “Grebek” Perusahaan

TANJUNG REDEB - Surat pemberitahuan kepada seluruh perusahaan terkait kewajiban memberikan Tunjangan Hari Raya (THR) sudah disampaikan. Tindak lanjutnya, sesuai target, maka Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Berau akan turun lapangan untuk memastikan jika THR dari perusahaan kepada karyawan sudah terealisasi H-7 lebaran.

Kapala Disnakertrans, M. Syarkawi HAB mengatakan, pihaknya akan membentuk tim untuk melakukan pengecekan posko pembagian THR yang seharusnya dibuat oleh manajemen perusahaan. Pengecekan ini untuk memastikan  manajemen benar-benar melaksanakan kewajibannya sebagaimana yang telah disampaikan pihaknya.

“Kalau kita lihat,  H-7 berarti jatuh pada tanggal 29 Juni besok. Jadi kami akan bentuk tim untuk mengecek posko pembagian THR oleh manajemen ke karyawan,” ungkapnya kepada beraunews.com.

Dikatakannya, target dari dinas atau ketentuan adalah H-7 atau pada tanggal 29 Juni besok merupakan batas terakhir manajemen harus memberikan THR kepada karyawan, namun, jika memang ada kesepakatan tanggal dan hari dari manajemen kepada karyawan, maka diperbolehkan ada keterlambatan satu sampai dua hari.

“Kalau ketentuannya kan tanggal 29 ini THR harus diberikan, tapi kalau memang sudah ada kesepakatan hari dan tanggal pembayaran ya silahkan saja, itu kebijakan dari kita juga,” imbuhnya.

Dijelaskan Syarkawi jika memang perusahaan terlambat membayarkan THR kepada karyawan atau melebihi batas waktu dan kesepakatan, maka manejemen bisa dikenakan denda 5 persen dari jumlah THR untuk kembali diserahkan kepada karyawan.

“Denda 5 persen itu ya diserahkan kepada karyawan yang terlambat menerima THRnya, tetapi tidak melunturkan kewajiban perusahaan untuk memberikan THR” jelasnya.

Hingga kini belum ada laporan terkait belum adanya manajemen yang terlambat membayar hak THR karyawan, jika memang ada laporan, Syarkawi menegaskan pihaknya akan mengambil sikap.(dws)