Bukber Bersama ASN, Bupati Singgung Penurunan Opini Laporan Keuangan Berau

 

TANJUNG REDEB – Guna meningkatkan jalinan tali silaturahmi antar seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemkab Berau, pada Bulan suci Ramadan 1438 Hijriah ini, Bupati Berau Muharram menggelar buka puasa bersama, Selasa (06/06/2017) sore, di Balai Mufakat, Jalan Cendana, Tanjung Redeb.

Upaya menjalin silaturahmi antar sesama keluarga besar pegawai ini memang sudah sering dilakukan melalui momen tertentu. Akan tetapi dengan mengambil momen puasa seperti saat ini, jalinan itu diharapkan bisa lebih erat. Terlihat hadir Wakil Bupati (Wabup) Agus Tantomo, Sekretaris Daerah (Sekda) Jonie Marhansyah, pejabat teras di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ada di lingkup Pemkab Berau maupun undangan lainnya. Dalam acara buka bersama itu, makna zakat dan pajak kembali disampikan oleh Ustaz Syaifuddin Isra’il.

Dalam sambutannya, Bupati Berau, Muharram mengucapkan terima kasih banyak pada semua pihak yang menghadiri acara buka puasa itu. Selanjutnya, ia menyinggung beberapa kinerja pemerintahan yang mengalami penurunan. Seperti, gagalnya mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), sehingga tahun ini, Berau hanya mendapatkan opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP) atas laporan keuangan pemerintahannya.

“Apapun dalil kita, orang akan mengatakan bahwa terjadi penurunan (kinerja pemerintah), dan tentu pesan saya adalah mudah-mudahan ini hanya terjadi sekali ini saja. Kekurangan-kekurangan dan kelemahan-kelemahan kita, saya berharap kita kompak untuk bersama-sama ngeroyokin (dievaluasi) dan kita perbaiki,” ungkapnya.

“Dan, masalahnya kan sudah kita ketahui bersama, tinggal mau tidak kita serius mengambil langkah-langkah (perbaikan) dan menutupi kelemahan-kelemahan itu dengan serius,” sambungnya.

Dikatakannya, jika penurunan kinerja ini akibat pemerintah mengalami kekurangan tenaga akuntansi, pihaknya tentu akan mencoba melakukan penambahan. Kemudian, jika akibat kesalahan dalam penyusunan laporan pertanggungjawaban Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Berau, pihaknya tentunya akan melakukan pembenahan penyusunan laporan tersebut.

“Kenapa kita tidak bikin per triwulan sekali (laporan pertanggungjawaban APBD Berau)? Kita kontrol supaya tidak sempat berlarut-larut kesalahannya. Kalau toh ada penggunaan uang, tidak sempat terlalu banyak terpakai. Ketahuan sudah, sehingga yang bersangkutan bisa ngerem. Ini sudah terpakai hampir setengah miliar, ini baru disadari. Berarti kan ini (terlambat), sehingga kita ubah sistemnya dan seterusnya, dan seterusnya,” katanya.

Namun, lanjut mantan Anggota DPRD Kaltim ini, selain penurunan kinerja itu, Pemkab Berau juga mendapatkan musibah lain pada tahun ini. Yakni, kembali menurunnya APBD Berau dari tahun sebelumnya. Sehingga, diperlukan semangat-semangat orang yang bersabar dan melalui momentum puasa ini dapat dimanfaatkan untuk melatih kesabaran seluruh ASN, termasuk dirinya selaku Bupati Berau.

“Sabar dalam penggunaan uang, yang menurut kita masih bisa kita tunda. Sabar bikin TS (Telaan Staf–red), yang sedikit-sedikit TS. Ujung-ujungnya belajar dulu, seolah-olah kita tidak bisa bekerja serius kalau tidak ada konsultasi ke Jakarta. Tidak ada konsultasi ke yang lebih tinggi lagi, padahal bulan nanti belum tentu juga hasil konsultasinya itu diimplementasikan lagi,” lanjutnya.

 

Untuk itu, Muharram berharap, penghematan anggaran untuk kegiatan yang dapat disiasati dapat dilakukan ASN. Meskipun, ia menyadari terkadang kunjungan itu juga sedikit memberikan rasa senang kepada pegawai dalam bekerja dan menjalankan tugasnya.

“Saya juga mengundang kesabaran kita untuk menyadari bahwa kondisi kita tidak selonggar dulu, dari sisi pendanaan. Saya kira ini buah taqwa yang ingin kita raih lewat sabar, kemudian mencoba memberikan kontribusi terbaik kita di dalam bekerja. Sehingga, Insya Allah, Allah SWT akan menerima segala amal sholeh kita, baik yang sifatnya ibadah khusus maupun yang sifatnya ibadah ammah (Muamalah–red),” pungkasnya.

Seperti terlihat, kegiatan ini juga dirangkai dengan penyerahan santunan berupa asuransi nelayan dari Jasindo dan salat magrib berjamaah.(bnc)

Wartawan: Andi Sawega/Editor: R. Amelia