Soal Vaksin Palsu Dinkes Akan Turun Lapangan

TANJUNG REDEB – Munculnya kasus vaksin palsu yang meresahkan warga khususnya masyarakat Berau pun terus direspon cepat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau melalui Dinas Kesehatan (Diskes). Dalam waktu dekat ini, guna memantau peredaran vaksin-vaksin yang digunakan praktek-praktek umum atau dokter swasta, Diskes Berau bakal melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak).

Kepala Bidang (Kabid) Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Diskes Berau, Andarias Baso mengungkapkan, dalam waktu dekat pihaknya bakal turun langsung ke lapangan guna mengecek keaslian dan keamanan vaksin-vaksin yang beredar dan digunakan pada praktek-pratek umum. Pihaknya pun akan bekerja sama dengan satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Berau.

“Ini kami rencana mau turun, kita sudah sampaikan suratnya ke Bupati. Jadi, tadi saya sudah melapor ke Kepala Dinas dan Kepala Dinas bilang bagaimana saran terbaiknya, saya bilang kita mungkin koordinasi dulu juga dengan pihak Reskrim Polres. Kita sama-sama turun mendatangi praktek-praktek dokter yang kemungkinan menjual atau melakukan vaksin dan apotik,” ungkapnya.

Namun, inspeksi ini juga masih terkendala, dikatakan Andarias, yakni salah satunya terkait anggaran operasional sehingga pihaknya pun menyerahkan sepenuhnya kepada Bupati Berau, Muharram dalam kebijakan anggarannya.

“Cuma kata Kepala Dinas, kita tidak ada dananya untuk turun. Jadi Kepala Dinas suruh buat surat untuk ditujukan ke Bupati dan sudah saya buat tadi serta serahkan. Kita tunggu arahan Bupati, bagaimana dari sana. Yang jelas, saya yakin Bupati menginginkan kita turun untuk melakukan pemeriksaan di tempat-tempat swasta,” katanya.

Apabila dalam inspeksi ditemukan vaksin palsu, ditambahkan Andarias, pihaknya akan menegaskan pengelola praktek umum tersebut untuk tidak menggunakannya dan mengirim sampelnya ke Balai Pemeriksaan Obat-Obatan dan Makanan (BPOM).

“Kalau ada yang kita temukan, kita larang untuk digunakan dan kita ambil sampelnya untuk dikirim ke Balai POM,” tambahnya.

Terkait apa yang disampaikan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Berau melalui Sekretarisnya, dr. Erva Anggriana mengenai adanya medical representative yang digunakan perusahaan farmasi dalam menawarkan produk vaksin-vaksinnya sehingga bisa menjamin keasliannya, Andarias menilai hal itu belum bisa menjamin akan keaslian dan keamanan vaksin yang diperjualbelikan perusahaan farmasi tersebut.

“Walaupun ada orang khusus medicalnya datangi kita, belum tentu juga asli yang di bawah. Jadi memang harus ditelusuri juga darimana sumbernya. Sebenarnya, salah satu ciri-ciri bahwa itu palsu adalah jauh lebih murah daripada yang lain, yang harga normalnya,” ujarnya.

Untuk itu, Andarias juga menghimbau para dokter khususnya dokter anak untuk tidak membeli dan menggunakan vaksin yang dinilai murah dibanding harga vaksin-vaksin pada umumnya. Para dokter atau bidan dari praktek umum pun bisa mengambil secara gratis, vaksin-vaksin yang ada di Diskes Berau.

“Teman-teman dokter terutama dokter anak kalau bisa jangan menggunakan vaksin itu kalau mencurigakan. Dan teman-teman dokter yang ingin melakukan vaksin atau klinik-klinik swasta termasuk bidan-bidan, bisa mengambil vaksin di Dinas Kesehatan dan gratis dengan catatan jangan juga disuruh bayar orang. Kita kasih gratis vaksinnya sehingga jangan dijual, untuk jasanya silahkan,” pungkasnya.(sai)