Siap Kontrol Harga, 2 Pengusaha Kontainer Siap Masuk Berau

 

TANJUNG REDEB – Sementara ini belum ada standarisasi harga khusus di Kabupaten Berau, sehingga para pedagang masih semena-mena memberi patokan harga pada komoditas tertentu yang dirasa sedikit memberatkan masyarakat.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Berau, Muharam mengatakan jika di Berau sendiri sebaiknya ada Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk mengontrol harga. Biasanya standarisasi harga mengacu pada provinsi ataupun kabupaten tetangga. Namun sementara ini belum terlalu maksimal kerterlibatan pemerintah untuk mengontrol.

“Kalau saya lihat Kabupaten Berau ini unik sendiri. Dalam artian, biasanya standarisasi harga kita mengacu pada provinsi. Tapi sementara ini pemerintah belum bisa terlalu mengontrol itu,” ungkapnya saat dikonfirmasi beraunews.com, Sabtu (20/05/2017).

Dikatakannya, di Berau sendiri, yang mendatangkan kapal menggunakan kapal atau kontainer masih cenderung monopoli. Pasalnya, ongkos angkut barang dari luar masih tinggi, otomatis pedagang ada marjinnya. Sehingga, kalau mau melakukan pembanding harga masih sulit.

“Pihak yang selama ini punya kapal dan kontainer, masih memberlakukan harga yang agak berbeda. Karena ketika pulang dari Kabupaten Berau cenderung kosong kontainer mereka, sehingga biaya transpor pulang pergi dibebankan hanya sekali. Jadi sulit kita mau pakai standar harga,” tambahnya.

Sementara ini para pengusaha kontainer sendiri masih bisa dihitung jari. Sehingga Muharam sendiri membuka kran bagi pengusaha yang mau masuk di Kabupaten Berau. Dengan adanya persaingan harga otomatis bisa sedikit menekan harga.

“Saya buka kran bagi pengusaha yang mau, dan sejauh ini ada dua pengusaha yang mengajukan izin, namun saya lupa nama PT-nya,” ucapnya.

Dikatakannya, jika memang nantinya persaingan harga seperti kontainer ini berjalan, otomatis pelaku usaha lain juga mencari harga yang murah. Dengan harga transpor lebih murah, harga yang lain juga bisa ikut turun.

“Kalau itu sudah berjalan baru kita bentuk tim untuk mengontrol harga. Kalau untuk menjelang lebaran nanti, harga masih kita serahkan ke pasar,” pungkasnya.(bnc)

Wartawan: Dedy Warseto/Editor: R. Amelia