Penangkapan dan Perdagangan Hiu, Bahan Diskusi Wabup ke Wantannas

 

TANJUNG REDEB – Dalam kunjungan Dewan Ketahanan Nasional (Wantannas) ke Kabupaten Berau, Rabu (26/04/2017) kemarin,  Wakil Bupati Berau, Agus Tantomo,  curhat soal adanya dugaan penyelundupan satwa hiu yang akhir-akhir ini marak di pemberitaan. Dalam diskusi tersebut, Wabup berpendapat bahwa hiu tersebut akan dijadikan hewan pelengkap di salah satu objek wisata Negara tetangga.

Pada diskusi tersebut, Wabup juga menyampaikan, bahwa petisi sudah dibuat dan dikirim ke Kementerian Kelautan dan Perikanan, dan juga Kementerian Pariwisata. Dimana dalam petisi tersebut dijelaskan bahwa hiu yang notabenenya biota yang dilindungi ini, justru ditangkap dan diperdagangkan hidup-hidup. Dan yang paling mirisnya, dugaan hiu tangkapan itu juga akan dijadikan hewan pajangan di aquarium Malaysia.

“Hiu ditangkap di perairan Indonesia, khususnya di perairan Berau, dan diyakini akan dijadikan hewan pelengkap di aquarium. Selain itu juga akan dilepaskan di perairan yang indikasinya akan dijadikan objek pariwisata,” ucapnya.

Yang menjadi ironis, itu sama saja memindahkan objek wisata yang dimiliki Indonesia ke Negara lain. Itulah yang menjadi curhatan Wabup Berau tatkala diskusi bersama Wantannas, di ruang VIP Bandar Udara Kalimarau.

“Lebih tegasnya, kami meminta supaya Negara juga mendukung gerakan penyelamatan aset alam Indonesia, khususnya Berau, karena ini sudah mencakup kedaulatan,” tutupnya.(bnc)

Wartawan: Rama Sihotang/Editor: R. Amelia