Dari Musrenbang Nasional : Anggaran Fokus Pada Prioritas

 

TANJUNG REDEB – Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat nasional digelar di Ruang Birawa Hotel Bidakara Jakarta, Rabu (25/04/2017) kemarin. Bupati Berau, Muharram, hadir bersama seluruh gubernur, bupati dan walikota se-Indonesia, mendengarkan pengarahan dari Presiden RI, Joko Widodo, terkait penyusunan rencana kerja tahun 2018.

Dalam arahannya, Presiden menyampaikan beberapa hal berkaitan dengan perencanaan maupun di lapangan. Anggaran pembangunan diharapkan fokus dan memiliki prioritas yang jelas. Presiden mengingatkan kepada seluruh lembaga dan pemerintah provinsi maupun kabupaten dan kota, agar memberi prioritas apa yang ingin dikerjakan. Bahkan jika perlu, cukup hanya tiga atau lima prioritas pembangunan. Jika ada penambahan anggaran, tidak perlu anggaran seluruh dinas mengalami kenaikan, akan tetapi difokuskan pada dinas tertentu yang menjadi prioritas. Sehingga instansi yang belum menjadi prioritas tetap fokus dalam pelaksanaan memberikan pelayanan.

Fokus pembangunan, disampaikan Presiden diarahkan kepada pembangunan infrastruktur yang terintegrasi dengan baik. Sehingga konsolidasi antara pemerintah pusat dan daerah harus terbangun dengan baik. Integrasi antara pusat, provinsi kabupaten dan kota harus dibangun agar fokus pembangunan tercapai.

“Sekali lagi pertajam prioritas, semakin sedikit maka akan lebih baik,” ungkapnya.

Lebih lanjut dalam arahannya, Presiden menegaskan, dalam pembangunan juga harus didukung investasi yakni dengan mendatangkan investor, terlebih persaingan global saat ini juga sudah semakin ketat. Sehingga harus berpikir masa depan yang fantastik.

Dalam arahannya, Joko Widodo juga mengungkapkan, dalam masalah menyusun pertanggungjawaban, terlalu banyak prosedur hingga mencapai 144 prosedur, sehingga banyak yang lembur hanya untuk menyiapkan spj (surat pertanggungjawaban). Sehingga Presiden memerintahkan untuk mengurangi prosedur SPJ, yang saat ini hanya tinggal dua prosedur.

Bupati Berau, Muharram, usai mengikuti Musrenbangnas mengungkapkan, apa yang menjadi arahan Presiden, menjadi perhatian serius pemerintah Kabupaten Berau. Pertama terkait perencanaan yang fokus dalam dua hal yaitu infrastruktur dan investasi. Dimana ketika berbicara infrastruktur APBD tidak dibagi merata kepada seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) namun fokuskan kepada OPD prioritas. Begitu juga dengan membuka peluang investasi menjadi perhatian untuk mendorong pembangunan.

“Ini yang kita lakukan, penyesuaian sesuai dengan fokus pembangunan yang menjadi prioritas di daerah kita,” ungkap Muharram didampingi Kepala Badan perencana Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapelitbang) Berau, M Ghazali.

Yang terpenting disampaikan Muharram dari arahan Presiden adalah, pemanfaatan sistem teknologi informasi yang cepat. Sehingga tidak lagi menggunakan pola lama yang terulang terus menerus dan memerlukan inovasi dalam pemanfaatan IT.

“Dalam hal ini, Kabupaten Berau akan menyesuaikan apa yang menjadi program nasional agar tekonekting apa maunya Presiden ke Gubernur, dan Gubernur ke kabupaten hingga sampai ke desa,” tegasnya.

Dalam skala prioritas yang diusulkan Pemkab Berau ke pemerintah pusat, disampaikan Bupati Muharram, mengacu kepada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang juga relevan dengan program pusat, baik infrastruktur, pariwisata, pengembangan agribisnis, maupun e-government.(hms4/bnc)