Jokowi Instruksikan Kampanye Makan Ikan, Berau Sejak 3 Tahun Lalu

TANJUNG REDEB – Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat memimpin rapat membahas Kebijakan Pembangunan Kelautan serta Pembangunan Industri Perikanan dan Kelautan di Istana Presiden, Rabu (15/6/2016) lalu, menginstruksikan kepada seluruh jajaran Menteri Kabinet Kerja agar mulai mengkampanyekan kepada masyarakat Indonesia memakan ikan sebagai pengganti daging.

Menanggapi instruksi ini, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Berau melalui Kepala Seksi (Kasi) Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Perikanan, HN Nuransyah menilai Pemkab Berau telah menjalankan kampanye makan ikan sebagai pengganti daging sejak beberapa tahun lalu. Hal ini dapat dilihat dari tingginya tingkat konsumsi ikan masyarakat Berau di tahun 2015 yang mencapai 46,7 kg per kapita setiap tahun melampaui konsumsi nasional yang hanya 37,8 kg per kapita.

“Untuk konsumsi ikan di Kabupaten Berau diatas rata-rata nasional. Karena kita tahu sumber daya kelautan dan perikanan Kabupaten Berau cukup banyak. Jadi konsumsi ikan agak bagus,” ujarnya.

Meski demikian, konsumsi ikan di Kabupaten Berau harus terus ditingkatkan. Salah satu upaya meningkatkan itu melalui program Gemar Makan Ikan atau disingkat Gemari.

“Kita sudah ada program Gemari. Setiap tahun, kita ada laksanakan kegiatan seperti lomba-lomba memasak berbahan serba ikan, baik ikan laut maupun ikan sungai, yang diikuti Tim Penggerak PKK (Pembinaan Kesejahteraan Keluarga-red) Kecamatan se- Kabupaten Berau,” jelasnya.

Selain program Gemari, DKP Berau juga mengadakan pesta bakar ikan, yang biasa disebut pesta rakyat “Irau Manutung Jukut”  dan dilaksanakan di tepian sungai Segah tepatnya disepanjang Jalan Ahmad Yani.

“Tahun ini kita menginjak tahun ke-3 adakan pesta bakar ikan. Hal itu, tidak lain bertujuan untuk meningkatkan konsumsi ikan di Kabupaten Berau,” tambahnya.

Pihaknya juga tak hentinya mengimbau masyarakat Berau akan pentingnya mengkonsumsi ikan.

“Kami juga melaksanakan imbauan kepada masyarakat agar mengkonsumsi ikan, diantaranya melalui poster-poster, spanduk dan sebagainya yang dipasang di beberapa tempat strategis. Kemudian, kami sampaikan ke sekolah-sekolah, bagaimana arti pentingnya makan ikan. Mengingat ikan memang kaya kandungan (protein, lemak, vitamin dan mineral) dan halal pula,” pungkasnya.

Perlu diketahui, saat ini Indonesia masih kalah jauh dari beberapa negara lainnya dalam hal konsumsi ikan. Seperti di Jepang dengan konsumsi ikan sekitar 150 kg per kapita, sedangkan Malaysia yang merupakan negara tetangga dan luas perairannya masih jauh di bawah Indonesia dengan konsumsi ikan 56,1 kg per kapita.(sai)