Usulan Peningkatan Akses Pariwisata Disampaikan di Musrenbang Provinsi Kaltim

 

TANJUNG REDEB – Pembangunan sektor pariwisata di Kabupaten Berau menjadi program pioritas yang diusulkan Bupati Berau, Muharram, pada musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) tingkat Provinsi Kalimantan Timur, di Samarinda, Senin (03/04/2017) kemarin. Akses menuju destinasi wisata, baik dari Tanjung Redeb ke Tanjung Batu sebagai pintu gerbang wisata bahari maupun Tanjung Redeb ke Talisayan di pesisir selatan Berau yang statusnya merupakan jalan provinsi, diharapkan Muharram dapat menjadi prioritas Pemerintah Provinsi Kaltim.

Dalam paparannya di hadapan Gubernur Kaltim, Awang Faroek Ishak, Bupati Muharram, mengungkapkan pembangunan sektor pariwisata ini akan mendorong kemajuan daerah. Bahkan beberapa negara yang maju ditegaskannya memiliki wisata yang banyak dikunjungi wisatawan, sehingga dengan berkembang wisata Kabupaten Berau diyakini akan menjadikan Kaltim maju.

“Kami berharap dukungan dalam pengembangan pariwisata, terutama peningkatan akses menuju tepat wisata yang kondisinya rusak, untuk diprioritaskan penanganannya,” ungkapnya.

Dalam mendorong pariwisata Pemkab Berau ditegaskan Muharram juga telah melakukan kerjasama dengan Kementerian Pariwisata dalam membentuk kawasan ekonomi khusus (KEK) Pariwisata di Pulau Maratua dan Pulau Derawan. Dalam rencana ini telah dilakukan kerjasama dengan perusahaan besar swasta bersama perusahaan daerah yang membentuk konsorsium untuk membangun dan mengembangkan KEK pariwisata ini.

“Kami berharap dukungan dari Gubernur Kaltim dalam pengembangan pariwisata ini,” ucapnya.

Selain dukungan membangun wisata, Bupati Muharram juga berharap dukungan Gubernur Kaltim dalam rencana pembangunan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) dengan kapasitas 2x50 MW yang sepenuhnya dibiayai investor dengan target terbangun dijangka menengah. Serta dalam jangka panjang pembangunan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) berkapasitas 1200 MW. Meskipun Berau telah memiliki PLTU berkapaistas 3x7 Mw namun ditegaskan Muharram kondisi sudah mulai menurun sehingga masih terjadi byarpret pada waktu tertentu saat pemeliharaan. Sehingga untuk mendorong kemajuan daerah, pemenuhan infrastruktur listrik harus terpenuhi.

“Ini juga yang akan mendorong pertumbuhan industri didaerah, investor akan masuk jika ada dukungan pasokan listrik,” tegasnya.

Tidak hanya menyampaikan usulan program prioritas, dimusrenbang yang dihadiri Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Keuangan dan kementerian Bappenas serta FKPD Provinsi Kaltim, Bupati Muharram juga memaparkan program pembangunan kampung yang saat ini dilakukan Pemkab Berau. Meskipun anggaran pendapatan dan belanja daerah mengalami defisit, namun Muharram memastikan anggaran ke kampung meningkat. Hal ini untuk lebih mendekatkan anggaran dan mempercepat pertumbuhan kampung.

Pemkab Berau mengalokasikan anggaran ke kampung Rp2 Miliar hingga Rp5 Miliar. Dalam pengelolaannya, ditegaskan Muharram telah ditetapkan peraturan Bupati sebagai payung hukum untuk mengoptimalkan pemanfaatan dana kampung. Sehingga beberapa program sudah dapat dilaksanakan di tingkat kampung, mulai dari bantuan rumah ibadah, peningkatan honor guru PAUD, TK dan TPA, hingga bantuan bagi keluarga kurang mampu dan santunan kematian.

“Ini yang kami lakukan untuk mendorong pembangunan kampung dan kami berharap bapak Gubernur memberikan restu dalam program membangun kampung ini,” tandasnya.

Melalui  Forum Musrenbang Provinsi Kaltim, Bupati Muharram juga menyampaikan nasib kurang lebih 300 guru pegawai tidak tetap (PTT) tingkat SMA dan SMK yang hingga kini belum menerima gaji. Bupati Muharram berharap persoalan guru yang statusnya telah dialihkan ke provinsi Kaltim ini mendapat perhatian serius. Sehingga pelaksanaan pendidikan di Kabupaten Berau tetap berjalan dengan lancar.

Sementara itu Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak, mengungkapkan apa yang disampaikan Bupati Berau Muharram menjadi perhatian Pemprov Kaltim. Seperti program pariwisata yang selama ini dikembangkan di Berau didukung Pemprov Kaltim. Salah satunya dengan mengalokasikan anggaran untuk membangun bandara di Pulau Maratua yang kini sudah bisa dioperasikan. Begitu juga dengan program listrik yang diprioritaskan Pemkab Berau.(hms4/bnc)