Ini yang Menjadi Usulan Prioritas di Musrenbang Sambaliung

 

SAMBALIUNG – Musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan Sambaliung telah digelar Rabu (22/03/2017) siang. Sebelumnya,  pelaksanaan Musrenbang tingkat Kecamatan Gunung Tabur untuk tahun anggaran 2018 mendatang, juga selesai digelar pada hari yang sama.

Kecamatan pertama yang menggelar Musrenbang adalah Kecamatan Pulau Derawan, disusul Kecamatan Maratua pada awal Maret ini. Kemudian, dilanjutkan di Kecamatan Tanjung Redeb dan kembali di wilayah pesisir selatan Kabupaten Berau yakni di Kecamatan Biduk-Biduk, Batu Putih, Talisayan, Biatan dan Tabalar. Selanjutnya, kembali di kecamatan terdekat yakni Kecamatan Teluk Bayur, Gunung Tabur dan Sambaliung sendiri.

Musrenbang ini dihadiri Bupati Berau, Muharram, Wakil Bupati (Wabup) Agus Tantomo, DPRD Berau serta Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembang (Bappeda Litbang) maupun OPD terkait.

Tidak hanya menyampaikan daftar usulan yang diserap dari masyarakat, namun masing-masing kepala kampung menyampaikan beberapa alasan terkait usulan prioritas yang telah ditetapkan sebelumnya. Masing-masing usulan tersebut sebelumnya telah dibicarakan dalam Musrenbang tingkat kampung. Kemudian dari usulan yang ada itu, disimpulkanlah tiga sektor yang menjadi prioritas, yang diharapkan dapat ditampung seluruhnya oleh Pemkab Berau.

Usulan prioritas yang diajukan diantaranya, dalam bidang infrastruktur, kesehatan, pendidikan, ekonomi, fisik maupun sosial budaya. Seperti dari Kampung Pilanjau, salah satu usulan prioritas yaitu peningkatan jalan kampung karena selama ini tidak pernah tersentuh oleh proyek pengaspalan.

Kondisi ini sangat jauh berbeda dengan kampung-kampung yang ada di Kecamatan Sambaliung, sehingga perlu adanya dukungan akan pemenuhan sarana dan prasarana jalan umum. Kemudian, Kampung Sei Bebanir Bangun, seperti Kampung Pilanjau, salah satu usulan prioritas yaitu pembangunan sarana air bersih karena pemenuhaan akan ketersediaan air bersih kerap menjadi keluhan masyarakat, utamanya saat dilanda musim kemarau.

Begitu juga dengan Kampung Pesayan yang mengusulkan infrastruktur pemenuhan listrik dapat segera terealisasi, sebelum memasuki bulan Ramadan nanti. Selain itu, turut mengusulkan pembangunan gedung baru tingkat SD, SMP dan SMA di lokasi yang telah dibebaskan tanahnya.

Selanjutnya, beberapa kampung juga mencoba mempertanyakan soal pemanfaatan Alokasi Dana Kampung (ADK), apakah diperbolehkan untuk pemanfaatan anggaran yang tidak ada diatur dalam peraturan? Seperti, Kampung Suaran yang berencana untuk melakukan pengadaan alat berat guna menyelesaikan persoalan masyarakat di kampung ini, yang mayoritas merupakan petani dan pekebun.

Begitu juga Kampung Pegat Bukur yang telah mengelola perpustakaan kampung dengan jumlah pengelola yang lebih dari 2 orang, dan telah berjalan sejak lama. Sementara, dalam peraturan yang ada, hanya mengakomodir untuk penggajian 2 orang pegawai.

Tak lupa, peningkatan jalan kampung juga menjadi usulan prioritas, yang diharapkan dapat menjadi solusi bagi masyarakat di tiga kampung, yaitu Inaran, Bena Baru dan Pegat Bukur sendiri.

Di Kampung Bena Baru, seperti disampaikan pelaksana jabatan (Pj) kepala kampungnya, Yulius, usulan yang cukup penting untuk dapat direalisasikan pemerintah adalah peningkatan jalan kampung serta sarana dan prasanara kebersihan dan kesehatan. Mengingat, Kampung Bena Baru telah ditetapkan sebagai kampung wisata budaya, namun belum didukung akan sarana dan prasarana yang memadai.

“Tak lupa, sama seperti yang disampaikan Kampung Pegat Bukur, masalah pengaspalan jalan poros (3 kampung) itu. Kami dikukuhkan sebagai kampung wisata budaya, bagaimana orang mau datang ke kampung kami kalau (jalan) dengan kondisinya seperti itu?” Ucapnya.

Sementara, Camat Sambaliung Saharuddin mengatakan, akan mengawal usulan yang masuk tersebut hingga ke tingkat Forum SKPD. Menurutnya, seluruh usulan yang disampaikan masyarakat merupakan prioritas yang harus direalisasikan segera.

Saharuddin menambahkan, untuk usulan yang menjadi prioritas masih dalam tahap pemenuhan kebutuhan dasar seperti jalan umum, yang dilalui Kampung Sei Bebanir Bangun hingga Pesayan dan Pilanjau. Seperti yang terjadi di Kampung Suaran, ada beberapa titik jalan poros provinsi yang telah mengalami kerusakan cukup parah.

“Disamping itu juga adalah jembatan Sambaliung atau jembatan Sungai Kelay, ya memang saya kira dari tahun-tahun lalu sudah diusulkan. Cuma, ini adalah rananya provinsi. Saya kira itu hal-hal yang perlu kami laporkan,” pungkasnya.(bnc)

Wartawan: Andi Sawega/Editor: R. Amelia