Wabup Akan Lapor ke Presiden

 

TANJUNG REDEB – Ratusan Hiu dari perairan Berau yang ditahan di Tarakan, hingga kini belum dikembalikan. Wakil Bupati Berau, Agus Tantomo juga sudah beberapa kali berkomunikasi dengan Dinas Perikanan Provinsi Kalimantan Utara terkait hal tersebut.

"Saya sudah ditelepon oleh Kepala Dinas Perikanan Kaltara. Dia sudah melakukan pertemuan dengan gubernur dan diperintahkan untuk membicarakan hal ini secepatnya," ungkapnya saat ditemui beraunews.com, Selasa (21/03/2017) pagi, usai Paripurna di DPRD Berau.

Dikatakannya, selain Kepala Dinas Perikanan, Wabup juga menghubungi walikota Tarakan untuk membahas permasalahan ini, namun walikota meminta agar ada pertemuan kembali untuk tindaklanjut pembahasan.

"Tapi saya bilang, kalau pertemuan-pertemuan terus, sempat hiu itu mati. Kan sikap kami sudah jelas dan hiu itu juga milik kita di Berau, buktinya Badan Karantina tidak mau mengeluarkan izin," tambahnya.

Selain itu, Agus juga menambahkan jika para pedagang meminta ganti rugi atas biaya yang mereka keluarkan untuk pembelian hiu tersebut. Namun hal tersebut akan dikoordinasikan jika memang nanti hiu tersebut dikembalikan ke Berau.

"Mereka minta ganti rugi, ngapain juga mereka beli, kan itu sudah kita atur untuk tidak diperjualbelikan. Tapi kalau nanti dikirim ke Berau, nanti kita negosiasikan," lanjutnya.

Agus menambahkan, jika memang hiu-hiu yang ditahan tersebut mati, maka Agus memastikan akan melakukan tuntutan terhadap pengusaha tersebut. Selain itu, dengan adanya rencana Presiden Joko Widodo ke Berau, pihaknya juga akan melaporkan hal ini.

"Saya akan laporkan, karena ke depannya pasti akan ada masalah lagi. Khawatirnya, hiu tetap diambil dari Berau, tapi ngakunya dari daerah luar," pungkasnya.(bnc)

Wartawan: Dedy Warseto/Editor: R. Amelia