Pasca Mutasi, Banyak Sertifikasi ASN yang Tak Sesuai

 

TANJUNG REDEB – Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MENPAN-RB) mengatakan, setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) yang menduduki suatu jabatan, wajib memiliki sertifikasi keahlian atau kompetensi sesuai bidang yang ditempatinya.

Dikatakan Bupati Berau, Muharram, saat ini masing-masing ASN yang menjabat di lingkungan Pemkab Berau, sudah memegang sertifikasi tersebut. Namun, pasca mutasi yang dilakukan beberapa bulan silam, bisa jadi sertifikasi tersebut masih tidak sesuai dengan jabatan yang diemban saat ini.

“Saya kira masing-masing sudah punya sertifikasi yang dimaksud MENPAN-RB. Tapi, berhubung kemarin kita baru saja lakukan mutasi besar-besaran, maka saat ini mungkin masih ada yang tidak linier,” jelasnya kepada beraunews.com, Rabu (15/03/2017).

BACA JUGA : ASN Pengisi Setiap Jabatan Harus Memiliki Kompetensi dan Sertifikasi Keahlian

Tak hanya sertifikasi keahlian dan kompetensi sesuai jabatan masing-masing ASN, diklat, pelatihan dan sejenisnya yang juga disinggung MENPAN-RB melalui laman resminya yang dikutip beraunews.com, juga telah dilakukan untuk ASN, khususnya yang telah menempati jabatan pada eselon 2 maupun 3.

“Kalau diklat, saya rasa kita juga sudah sering lakukan, dan yang mengikutinya juga pejabat-pejabat yang memang sudah eselon tinggi. Jadi, sekiranya masih ada yang belum, pasti akan diprogramkan. Tapi, setiap ASN yang menempati eselon sudah pasti pernah mengikuti diklat PIM, minimal diklat sesuai jenjang eselonnya, karena itu memang salah satu persyaratannya,” ungkapnya.

Namun, meski telah melakukan kedua hal tersebut, dikatakannya jika ada ASN yang sudah memenuhi syarat sesuai golongannya, namun belum mengikuti diklat PIM sesuai jenjangnya, Pemkab siap mengusulkan untuk mengikuti kegiatan diklat.

“Kita siap mengusulkan bagi yang merasa belum menjalani diklat ataupun sertifikasi ini. Tapi setelah sesuai dengan syarat dan golongannya,” tandasnya.(bnc)

Wartawan: Marta/Editor: R. Amelia