Bupati : Hanya dari PNS, Target Baznas Sudah Tercapai

TANJUNG REDEB – Bupati Berau, Muharram bersama wakilnya, Agus Tantomo turut menunaikan kewajibannya sebagai umat muslim dengan membayar Zakat, Infaq dan Shadaqah (ZIS) melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Berau dikediamannya, Jalan Cendana, Selasa (21/6/2016).

Selain itu, terlihat pula Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Berau, Jonie Marhansyah turut membayar zakat, yang diikuti beberapa pejabat dilingkungan Pemkab Berau, pengusaha dan perwakilan manajemen PT Berau Coal.

Ketua Baznas Berau, Radjudin Abdurachman dalam laporannya mengungkapkan, hingga hari ini, hasil pengumpulan zakat, infaq dan shadaqah oleh Baznas Berau berjumlah Rp1,94 miliar, dimana target penerimaan di tahun 2016 sebesar Rp6 miliar.

“Zakat fitrah Rp1,48 juta, zakat maal Rp1,94 miliar, infaq dan shadaqah Rp7,83 juta maka total penerimaan zakat, infaq dan shadaqah sampai detik ini yang kami terima yakni Rp1,94 miliar. Tahun lalu penerimaan keseluruhan adalah Rp5,7 miliar,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati mengatakan dalam hadist Al-Qur’an terkait perintah berzakat, infaq dan shadaqah, petugas zakat yang ada memang telah disuruh untuk mengambil sebagaian kecil (2,5 persen) dari rezeki kaum-kaum yang termasuk golongan mampu. Bupati mencontohkan, di zaman Nabi Muhammad SAW, petugas zakat akan mendatangi para wajib zakat.

“Dalam zakat, kita cenderung kurang serius dan tidak disiplin. Padahal, perintah ayat tentang zakat ini, petugas diibaratkan bukan kita yang memberikan tapi mereka yang mengambil sebagain dari harta kita. Kalau di zaman Rasul itu didatangi, misalnya kambingmu ada 40 ekor, maka kamu wajib mengeluarkan sekian ekor. Artinya, bukan kita yang menyerahkan,” bebernya.

Muharram pun menilai potensi zakat yang ada dari Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemkab Berau cukup besar. Pasalnya, gaji PNS setahun ada Rp600 miliar.

“Khusus pegawai negeri, saya melihat ada potensi untuk pengeluaran zakat ini cukup besar. Bahkan kalau target Baznas misalnya Rp6 miliar, pegawai negeri saja menutupi itu. Coba kita hitung, pegawai negeri kita di Kabupaten Berau plus pegawai-pegawai yang lain, itu gaji setahun ada Rp600 miliar. Kalau Rp600 miliar ini, dikeluarkanlah yang non-muslim anggaplah sisa Rp500 miliar, dan kalau dikali 2,5 persen, maka dapat Rp12,5 miliar. Taruhlah yang bayar dipotong 50 persen, maka masih dapat Rp6 miliar lebih. Itu kita baru berpikir pegawai,” pungkasnya.(sai)