Masyarakat Harus Jadi Konsumen Cerdas

TALISAYAN – Menindak lanjuti surat Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Provinsi Kalimantan Timur di Samarinda Nmor IN.07.03.1013.05.16.0915 tanggal 23 Mei 2016 perihal intensifikasi pengawasan pangan. Serta surat edaran dari Badan POM, untuk melakukan operasi khusus demi melindungi masyarakat dari kemungkinan beredarnya produk kedaluarsa.

Petugas Kesehatan Puskesmas Talisayan yang didampingi Satuan Polisi Pamong Praja Kecamatan Talisayan dan petugas Polsek Talisayan menggelar operasi pengawasan makanan dan minuman ke sejumlah swalayan dan pedagang grosir yang ada di sekitar Kampung Talisayan. Tak ada kendala berarti dalam kegiatan tersebut, semua pedagang terlihat kooperatif ikut membantu petugas.

Luthfi Noor Aini petugas Sanitarian Puskesmas Talisayan yang mengkoordinir kegiatan tersebut mengatakan, pihaknya melakukan sidak ke sejumlah toko atau grosir sembako yang kerap dikunjungi warga untuk berbelanja. Terutama saat bulan Ramadhan dan menjelang lebaran idul fitri.

Dari pantauan beraunews.com, setidaknya ada lima titik lokasi yang di sidak petugas kesehatan.  Dalam operasi itu dikatakan Luthfi, petugas banyak menemukan produk kedaluarsa, baik itu makanan maupun minuman serta perlengkapan memasak.

"Barang-barang yang kedaluarsa, baik makanan dan minuman langsung dibawa dan dimusnahkan," katanya pada beraunews.com, Selasa (21/06/2016).

Kendati demikian, meski banyak mendapati makanan kedaluarsa pihaknya belum memberikan sanksi apapun, melainkan hanya memberikan penyuluhan kepada penjual serta masyarakat agar teliti dalam memilih makanan dan minuman kemasan.

"Sanksi belum. Tapi kita juga sudah memberikan teguran lisan maupun tertulis. Tapi, jika didapati ada menjual barang kedaluarsa lagi, sangsinya akan mengarah ke pidana," bebernya.

Ketika ditanya untuk olahan industri rumah tangga yang belum terdaftar di Badan POM, apakah ada teguran khusus? Luthfi menjawab, untuk hal tersebut sudah jauh hari disampaikan kepada pemilik Industri Rumah Tangga (IRT), khususnya yang berada di Kecamatan Talisayan.

"Sudah, dan juga jika ada produk IRT yang sudah rusak biasanya langsung ditarik kembali. Memang tidak semua IRT itu yang sudah terdaftar. Tapi ada yang belum. Padahal mengurusnya tidak dipungut biaya," terangnya.

Pihaknya mengimbau untuk mengantisipasi produk kedaluarsa atau panganan yang mengandung bahan berbahaya, masyarakat selaku konsumen diminta untuk berhati-hati. Demikian juga untuk pedagang, agar lebih teliti dalam menjual barang dagangannya.

"Jadilah konsumen yang cerdas dan lebih teliti terutama saat ramadhan dan jelang lebaran," tutupnya.(hir)