Wabup Ajak Dewan Terlibat di Forum CSR

 

TANJUNG REDEB – Guna mengoptimalkan dana dari kewajiban perseroan atau perusahaan, baik perusahaan swasta, BUMN dan BUMD, Wakil Bupati (Wabup) Berau, Agus Tantomo, membentuk forum Corporate Social Responsibility (CSR).

Pembentukan forum ini diyakini akan memberikan azas keadilan dalam pemanfaatan dana tanggung jawab sosial perusahaan kepada masyarakat di seluruh kampung yang ada di Kabupaten Berau.

“Pertama, saya ingin melaporkan sekalian, dua hari yang lalu (Selasa, 07/03/2017 –red), untuk ketujuh kalinya, kami ada rapat forum CSR,” ungkapnya dalam musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan Tanjung Redeb di pendopo kantor Kecamatan Tanjung Redeb, Jalan Pulau Sambit, Kamis (09/03/2017) kemarin.

Dikatakannya, dalam rapat forum CSR tersebut, pembahasan antara Pemkab Berau, yang diwakili dirinya selaku Wabup Berau beserta perwakilan instansi terkait di lingkup Pemkab Berau dengan perwakilan perusahaan terkait forum itu cukup berjalan alot. Bahkan, ia harus bersikap tegas, terutama dengan perwakilan perusahaan-perusahaan kelapa sawit yang hadir.

“Saya sampai minta mereka itu keluar dari ruangan untuk rapat di luar, di ruangan saya saja. Ya akhirnya setelah saya gertak-gertak, angka mereka itu naik hampir 2 kali lipat,” katanya.

Kenaikan hingga 2 kali lipat itu, jelas Wabup, sebelumnya dari perusahaan yang bergerak di sektor perkebunan, khususnya kelapa sawit hanya sekitar Rp2,8 miliar. Kini, setelah dibentuknya forum tersebut, angka dana CSR  telah mencapai hingga Rp 5 miliar.

“Untuk yang perkebunan, saya kira sekitar Rp5 miliar, itu bagus sudah angkanya karena sebelumnya, mereka hanya mau sekitar Rp2,8 miliar. Ya langsung mentah-mentah saya tolak, tidak bisa dan terlalu kecil, sekarang angkanya sampai Rp5 miliar,” jelasnya.

Sementara, lanjut Wabup, dari sektor pertambangan untuk tahun ini, dana CSR dari perusahaan yang mengelola sumber daya alam itu, mencapai hingga Rp137 miliar. Angka tersebut akan betul-betul dapat dirasakan masyarakat, jika rencana produksi yang telah direncanakan setiap perusahaan pertambangan yang ada di Bumi Batiwakkal ini berjalan sesuai target perusahaan.

“Insha Allah, kita akan dapat CSR dari sektor tambang Rp137 miliar. Luar biasa ternyata potensinya. Ini belum yang lain-lain, seperti kehutanan, dan sebagainya,” lanjutnya.

Dengan adanya forum CSR itu, diyakini Wabup, pengelolaan dana CSR yang ada selama ini akan lebih terarah dan tepat sasaran, sesuai dengan program pembangunan yang diharapkan masyarakat. Selain itu, forum CSR ini juga tidak hanya mengarah kepada kampung yang berada di kawasan operasional perusahaan, namun juga dapat dinikmati seluruh kampung.

“Saya ingin sosialisasikan yang dimaksud dengan forum CSR itu. Selama ini, CSR itu suka-suka perusahaan, padahal jelas yang dimaksud CSR itu adalah tanggung jawab sosial perusahaan,” bebernya.

Lebih lanjut, tambah Wabup, forum CSR itu juga berfungsi untuk menyinergikan program pembangunan pemerintah daerah dengan perusahaan, sehingga diyakini akan memberikan dampak nyata terhadap pembangunan di Bumi Batiwakkal.

Di dalam forum CSR ini nantinya, perusahaan yang terlibat tidak akan diganggu dalam penyalurannya, sesuai dengan programnya masing-masing seperti yang telah dijalankan sebelumnya. Namun, ada beberapa program yang harus disinergikan dengan pemerintah kabupaten. Dimana, beberapa program yang belum terakomodir di anggaran pendapatan dan belanja daerah, maka dapat diakomodir di forum CSR.

“Jadi, salah satu fungsi forum CSR ini, selain mensinkronisasikan program pemda, juga kita bisa menitip program-program yang tidak bisa kita anggarkan karena keterbatasan kewenangan, duit atau kelupaan (diakomidir Pemkab Berau),” tambahnya.

Misalnya, dicontohkan Wabup, untuk pembangunan rumah ibadah, yang diutarakan salah satu anggota DPRD Berau, Suharno dalam Musrembang tersebut. Begitu juga, untuk program lain yang tidak akan tertampung di APBD nantinya. Melalui forum CSR ini, usulan tersebut akan direalisasikan sesuai dengan kebutuhan prioritas setiap kampung.

“Ini kita akan membentuk forum CSR dan saya sangat terbuka kalau teman-teman dewan juga ingin masuk terlibat dalam forum CSR,” pungkasnya.(bnc)

Wartawan: Andi Sawega/Editor: R. Amelia