Masyarakat Hidup Rukun dan Damai, Berau Layaknya Miniatur Indonesia

 

TANJUNG REDEB – Maraknya organisasi masyarakat (ormas) seperti paguyuban maupun Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), baik berbasis keagamaan maupun suku yang terbentuk di Berau, menunjukkan ketentraman di masyarkat masih sangat terjaga.

Hal itu diungkapkan Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Apridoh Piarso, saat dikunjungi beraunews.com, Selasa (07/03/2017).

"Dalam suatu daerah yang maju, rasanya tidak lagi jadi hal yang mengagetkan jika ada kemajemukan baik suku, agama maupun ras. Sebab itu menunjukkan bahwa daerah itu sangat terbuka dan berpikiran untuk maju. Saya kira begitu yang terjadi di Berau saat ini," ungkapnya.

Dengan banyaknya masyarakat yang membentuk paguyuban maupun LSM tersebut, dikatakannya akan memberikan warna tersendiri bagi Berau sebagai daerah yang masih menjaga kebhinekaan tunggal ika, demi terwujudnya persatuan bangsa seperti yang diidam-idamkan masyarakat Indonesia secara luas.

"Ada suku Bugis, Jawa, Banjar, Dayak, Toraja, dan masih banyak lagi suku lain yang menetap di Berau. Bahkan mereka membentuk paguyuban dari masing-masing suku tanpa melupakan suku asli atau orang pribumi di Berau. Begitu juga agama. Itu sangat indah sekali, hal ini akan jadi modal pembangunan daerah yang baik," ujarnya.

Tanpa khawatir terjadi benturan antar suku, ia mengatakan masyarakat Berau bersama suku pendatang selama ini telah membangun hubungan yang harmonis dan berhasil menjadikan Bumi Batiwakkal seperti miniatur Indonesia.

"Beragam suku, agama, dan ras yang ada di Berau, hidup rukun dan damai. Selama ini tidak pernah ada perselisihan yang berarti antara masyarakat satu dengan yang lainnya. Ini bisa menjadi contoh bagi daerah lain untuk menciptakan suasan daerahnya seperti layaknya negara Indonesia, yang terdiri dari beragam suku bangsa, dan Berau punya itu," ucapnya.

Ia berharap, dengan terbentuknya ormas-ormas berbasis suku dan agama di Berau dapat menjadikan hubungan antar masyarakat semakin erat.

"Tentunya kita berharap kerukunan masyarakat di Berau dapat tetap terjaga sampai kapanpun. Sebab inilah yang akan kita banggakan kepada daerah lain, kita buktikan bahwa meski terdiri dari berbagai suku dan agama kita masih bisa hidup layaknya saudara," tandasnya.(bnc)

Wartawan: Marta/Editor: R. Amelia