Perhatikan!!! Tata Letak Pengaruhi Kualitas Makanan

TANJUNG REDEB – Bukan hanya melakukan sidak makanan kedaluwarsa dan berkemasan rusak, namun Tim gabungan Dinas Kesehatan, Polres dan Satuan Polisi Pamong Praja juga mengimbau dan menegur pemilik warung dan toko yang menata barang dagangannya tak teratur atau tak memikirkan dampak kesehatan.

Seperti pantauan beraunews.com di lapangan, beberapa toko memang masih ada yang meletakkan bahan makanan serta makanan kemasan secara berdampingan dengan bahan kimia. Padahal, tata letak mempengaruhi kualitas makanan tersebut.

Kepala Bidang Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan (Dinkes), Andarias Baso mengatakan, sidak yang dilakukan bukan hanya melakukan pemeriksaan bahan makanan yang kedaluwarsa dan memiliki kemasan yang rusak. Namun yang tak kalah penting adalah penataan barang dagangan.

"Kita cek dan pantau juga bagaimana mereka menyusun barang-barang dagangan mereka ini. Jangan sampai barang yang mengandung bahan kimia dicampur dengan makanan yang siap makan seperti makanan ringan dan biskuit," ungkapnya kepada beraunews.com, Selasa (21/6/2016) pagi.

Andarias menambahkan, jika pedagang atau pelaku usaha meletakkan bahan dengan bercampur-campur dikhawatirkan ada barang yang mengandung bahan kimia bocor dan terkontaminasi ke barang-barang lain, apa lagi jika disimpan dalam lemari yang sama.

"Kita khawatirkan kalau ada barang yang mengandung bahan kimia itu kemasannya rusak atau bocor dan bisa jadi itu mencemari bahan makanan lainnya," tambahnya.

Beberapa waktu lalu misalnya, Andarias pernah melakukan peneguran kepada pedagang yang mendampingkan racun rumput dan biskuit. Padahal jelas, racun rumput mengandung bahan yang berbahaya.

"Pernah saya tegur salah satu pedagang di pasar Sanggam Adji Dilayas saat saya beli penyemprot rumput, saya lihat kok ada pedagang yang menjual racun rumput dan disampingnya ada biskuit," bebernya.

Andarias mengimbau untuk para pedagang lainnya bisa mengerti dalam menata barang dagangannya. Hal ini penting demi menjaga kualitas barang dagangan dan kesehatan para konsumennya.

"Kita minta pedagang bisa mengerti hal ini, kalau seperti supermarket itu bagus. Setiap jenis makanan di simpan dengan kelompoknya sehingga tidak bercampur. Dan kita harap juga para pedagang warung bisa menerapkan itu," pungkasnya.(dws)